Libatkan Warga Lokal, Rehabilitasi SMP Satap 17 Sigi Rampung

SIGI — Rehabilitasi gedung SMP Satu Atap (Satap) 17 Sigi di Desa Panasibaja, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, rampung 100 persen. Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah melibatkan masyarakat setempat sebagai bentuk pemberdayaan warga sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan.

Kepala SMP Satap 17 Sigi, Sam Amir Lagandeng, S.Pd., mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk memanfaatkan potensi lokal dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas pendidikan di desa tersebut.

“Pekerjaan ini kami kerjakan secara mandiri dan melibatkan langsung masyarakat setempat dalam bentuk pemberdayaan,” ujar Sam Amir.

Menurutnya, partisipasi warga turut membantu kelancaran pekerjaan rehabilitasi, mulai dari tahap persiapan hingga penyelesaian bangunan sekolah.

Rehabilitasi gedung sekolah tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp670 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sebelum direhabilitasi, kondisi bangunan SMP Satap 17 Sigi mengalami sejumlah kerusakan. Atap sekolah bocor, lantai rusak, dan sebagian dinding masih menggunakan papan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan belajar-mengajar, terutama saat musim hujan.

LIHAT JUGA  Polresta Palu Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga, 150 Personel Dilibatkan Pengamanan

Sam Amir mengaku bersyukur atas bantuan pemerintah pusat yang memungkinkan perbaikan gedung sekolah tersebut. Namun, menurutnya, masih terdapat kebutuhan fasilitas yang belum tercakup dalam pekerjaan rehabilitasi.

Salah satunya adalah pemasangan lantai tegel atau keramik dan plafon yang tidak masuk dalam item pekerjaan awal. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihak sekolah berupaya melakukan langkah tambahan bersama masyarakat melalui swadaya.

“Rehabilitasi ini sebenarnya tidak memuat item pemasangan lantai tegel dan plafon. Namun, kami tetap mengusahakan dan mengupayakannya agar murid-murid bisa belajar dengan lebih nyaman,” jelasnya.

Rampungnya rehabilitasi membawa perubahan pada kondisi fisik bangunan sekolah. Perbaikan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan guru di Desa Panasibaja.

Meski demikian, Sam Amir berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lanjutan terhadap kebutuhan infrastruktur pendidikan di SMP Satap 17 Sigi, khususnya melalui pembangunan gedung baru.

Menurutnya, bantuan pembangunan baru diperlukan agar sekolah dapat memenuhi kebutuhan ruang dan fasilitas pendukung pembelajaran secara lebih memadai.

LIHAT JUGA  Polemik Pungutan dan Rapor di SMPN 17 Sigi, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

“Kami sangat bersyukur dengan perubahan kondisi sekolah saat ini dibandingkan sebelumnya. Harapan kami ke depan, sekolah ini bisa kembali mendapatkan bantuan fisik berupa pembangunan baru, bukan lagi sekadar rehabilitasi,” pungkasnya.

(Hasan Tura)