SIGI – Pemerintah Desa Kantewu 2, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bergotong royong membangun pintu gerbang tapal batas desa yang berbatasan langsung dengan Desa Morui.
Pembangunan tersebut menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan jajaran internal Pemerintah Desa Kantewu 2 dan BPD.
Sejak pagi, perangkat desa bersama anggota BPD turun langsung ke lokasi pembangunan. Mereka mengerjakan berbagai tahapan pembangunan, mulai dari menyiapkan material, mengaduk semen hingga menyusun bahan bangunan untuk memastikan pintu gerbang tapal batas dapat diselesaikan dengan baik.
Kepala Desa Kantewu 2, Efrik Neko, mengatakan keterlibatan langsung pemerintah desa dan BPD merupakan bentuk tanggung jawab serta kekompakan dalam melaksanakan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
Menurutnya, tidak terdapat alokasi anggaran untuk Harian Orang Kerja (HOK) dalam pembangunan tersebut. Karena itu, pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh perangkat desa dan BPD.
“Inilah bentuk tanggung jawab dan kekompakan kami di jajaran Pemerintah Desa dan BPD Kantewu 2. Karena tidak ada alokasi anggaran HOK, kami yang turun langsung mengerjakan bangunan ini,” ujar Efrik saat ditemui di kediamannya, Senin (24/8/2026).
Efrik menjelaskan, Dana Desa dalam pembangunan pintu gerbang tersebut difokuskan untuk pengadaan material dan bahan bangunan. Sementara tenaga pengerjaan berasal dari jajaran pemerintah desa dan BPD.
“Dana yang diperuntukkan hanya untuk pembiayaan material pembuatan pintu gerbang. Karena tidak ada alokasi HOK, maka pengerjaannya kami tuntaskan bersama perangkat desa dan BPD,” tegasnya.
Menurut Efrik, pola tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah desa mengoptimalkan penggunaan anggaran sekaligus memastikan pembangunan tetap berjalan.
Selain mempertegas batas wilayah secara administratif, pembangunan pintu gerbang tersebut diharapkan menjadi penanda wilayah sekaligus mempererat hubungan antara Desa Kantewu 2 dan Desa Morui.
Pemerintah Desa Kantewu 2 berharap keberadaan pintu gerbang tapal batas dapat memberikan kejelasan identitas wilayah serta mencegah munculnya persoalan terkait batas administratif di kemudian hari.
Keterlibatan langsung Pemdes dan BPD dalam pembangunan juga dinilai memperkuat semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun untuk kepentingan masyarakat desa.
( Hasan Tura)

























