Desa Tuwotanijaya Gulirkan Program Padat Karya Tunai Anggaran 2026

​SIGI – Pemerintah Desa Tuwotanijaya, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, resmi merealisasikan program Padat Karya Tunai (PKT) yang bersumber dari alokasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026.

​Program yang mengedepankan prinsip kemandirian masyarakat ini difokuskan pada peningkatan serta perbaikan infrastruktur transportasi desa.

Langkah strategis tersebut diambil demi mendorong laju roda perekonomian lokal sekaligus meningkatkan kelancaran mobilitas warga setempat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

​Kepala Desa Tuwotanijaya, Herman Lau, menegaskan bahwa pelaksanaan seluruh kegiatan fisik dalam program ini sepenuhnya melibatkan partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat desa.

Menurutnya, penetapan titik lokasi dan sasaran pengerjaan tidak pernah diputuskan secara sepihak oleh jajaran pemerintah desa, melainkan murni hasil kesepakatan mufakat melalui forum Musyawarah Desa (Musdes) yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat dan warga.

​Kegiatan Padat Karya Tunai ini merupakan wujud keterbukaan dan pelibatan langsung warga. Poin utamanya adalah memberdayakan tenaga kerja lokal agar manfaat anggaran desa ini kembali dan dirasakan langsung oleh masyarakat, ujar Herman Lau saat dikonfirmasi di kediamannya, Senin (24/8/2026).

LIHAT JUGA  Hampir 2 Tahun Belum Tuntas, Pelapor Dugaan Penyerobotan Lahan Desak Polisi Beri Kepastian Hukum

​Herman menuturkan, fokus utama dari pengerjaan padat karya tahun ini adalah perbaikan akses jalan poros desa yang selama ini menjadi urat nadi penghubung strategis menuju wilayah Pipikoro Timur.

Bentang pengerjaan fisik direncanakan sepanjang 1.500 meter (1,5 km) dengan lebar 2,5 meter, dimulai dari titik batas ujung jembatan gantung hingga melintasi kawasan pemukiman warga di wilayah Dusun 1 Desa Tuwotanijaya.

​Jalur ini memiliki peran sentral karena menghubungkan perbatasan Gimpu hingga masuk ke kawasan Pipikoro Timur.

Pengerjaan jalan sepanjang 1,5 kilometer ini menggunakan penganggaran Dana Desa TA 2026,tambah Herman.

​Realisasi perbaikan akses jalan ini disambut hangat dan antusias oleh warga Desa Tuwotanijaya. Keberadaan jalur tersebut selama ini memang menjadi satu-satunya akses utama mobilitas harian warga, baik untuk membawa serta mengangkut hasil pertanian menuju luar daerah, maupun sebagai akses vital menuju fasilitas pelayanan publik.

​Sejumlah warga mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas langkah nyata yang ditempuh oleh Pemerintah Desa.

Dengan dibukanya lapangan kerja sementara melalui penciptaan peluang pendapatan dari program PKT ini, ditambah dengan kondisi jalan poros desa yang semakin memadai, warga optimistis pengangkutan komoditas unggulan pertanian menuju pusat pasar di Gimpu dan sekitarnya akan menjadi jauh lebih cepat, murah, dan efisien dari sebelumnya.tik

LIHAT JUGA  Wakajati Sulteng Bahas Penghentian Penuntutan Tersangka Kecelakaan Lalu Lintas melalui RJ