SIGI – Upaya masyarakat Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, dalam menjaga kelestarian burung Maleo mendapat ruang di forum konservasi berskala nasional.
Ketua Lembaga Pengelola Konservasi Desa (LPKD) Singgani, Ringgi, mendapat undangan sebagai pemantik diskusi dalam panel konservasi berbasis masyarakat pada ajang Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026 di Yogyakarta, dengan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam bidang konservasi dan lingkungan hidup.
Dalam forum tersebut, LPKD Singgani akan membawa pengalaman masyarakat Desa Pakuli Utara dalam menjaga habitat dan keberadaan burung Maleo (Macrocephalon maleo), salah satu satwa endemik Sulawesi yang menghadapi berbagai ancaman terhadap kelestariannya.
Ringgi mengatakan, kesempatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat di tingkat desa untuk menyampaikan secara langsung pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjaga kawasan konservasi.
“Kehadiran kami di forum ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan membawa amanah dan dedikasi warga Desa Pakuli Utara yang selama ini konsisten menjaga Maleo di tapak kawasan. Kami ingin menunjukkan bahwa konservasi berbasis masyarakat adalah kunci utama keberlanjutan,” ujar Ringgi saat memberikan keterangan kepada media ini di Sekretariat LPKD Singgani, Desa Pakuli Utara, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Ringgi, perjuangan konservasi di tingkat masyarakat tidak terlepas dari berbagai tantangan, mulai dari ancaman perburuan hingga kerusakan habitat yang dapat memengaruhi keberlangsungan populasi Maleo.
Karena itu, pengalaman masyarakat Pakuli Utara dalam melakukan pengelolaan kawasan berbasis kearifan lokal dinilai penting untuk dibagikan dalam forum tersebut.
Melalui keikutsertaan dalam PCS 2026, LPKD Singgani berharap dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah, kalangan akademisi, organisasi masyarakat sipil serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap konservasi.
Dukungan lintas sektor diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan habitat, meningkatkan kapasitas masyarakat pengelola konservasi, serta memastikan keberlanjutan program pelestarian Maleo di Kabupaten Sigi.
Bagi masyarakat Desa Pakuli Utara, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kerja-kerja konservasi yang selama ini dilakukan di tingkat desa sekaligus menyuarakan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati Sulawesi.


























