Empat Kecamatan Titip Aspirasi ke Ferra, UMKM dan Infrastruktur Jadi Kebutuhan Prioritas Warga

SIGI – Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Ferra, S.E., M.Si., menyerap beragam aspirasi masyarakat dalam rangkaian Reses Masa Sidang Ketiga Tahun Sidang 2026 di empat kecamatan, yakni Kulawi Selatan, Kulawi, Pipikoro dan Lindu.

Reses yang berlangsung pada 18–21 Agustus 2026 tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan di wilayah masing-masing, mulai dari penguatan UMKM, pemberdayaan perempuan, sektor pertanian dan perikanan hingga pembangunan infrastruktur desa.

Kegiatan diawali di Desa Watukilo, Kecamatan Kulawi Selatan, Selasa (18/8/2026). Warga menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya program pemberdayaan perempuan melalui UMKM di Dusun I dan II, pengadaan alat catering serta bantuan 45 bibit kakao.

Masyarakat juga mengusulkan pengaspalan jalan desa sepanjang 100 meter di Dusun II, penerangan lampu PLTS, pembangunan lapangan voli serta bantuan sarana sosial berupa ranjang mayat.

Selanjutnya, pada Rabu (19/8/2026), Ferra melaksanakan reses di Desa Namo, Kecamatan Kulawi. Aspirasi masyarakat meliputi bantuan modal usaha UMKM Dusun I, alat catering, bantuan ternak sapi, bibit ikan dan bibit durian di Dusun II.

LIHAT JUGA  Gubernur: Poros Intim Jadikan Sulteng Rumah Besar Persaudaraan Indonesia Timur

Untuk mendukung aktivitas masyarakat, warga juga mengusulkan pembangunan jalan tani sepanjang 200 meter di Dusun I serta pengadaan lapangan voli dan sarana olahraga takraw.

Reses kemudian berlanjut di Desa Pelempea, Kecamatan Pipikoro, Kamis (20/8/2026). Masyarakat menyampaikan sejumlah usulan, antara lain bantuan modal UMKM Dusun II, alat catering, pembangunan jalan rabat beton desa, penerangan lampu jalan di Dusun I, serta pengadaan bibit kakao, bibit durian dan bibit ikan.

Di bidang olahraga, warga mengusulkan pembangunan tribun lapangan sepak bola dan lapangan takraw.

Sementara itu, rangkaian reses ditutup di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Jumat (21/8/2026). Warga mengusulkan pembangunan saluran drainase Dusun I sepanjang 300 meter, jalan rabat beton Dusun III sepanjang 175 meter dan tribun olahraga berukuran 5 x 15 meter.

Selain infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan bantuan alat memasak untuk UMKM serta pengadaan 20 pasang pakaian adat laki-laki dan enam pasang pakaian adat perempuan untuk menunjang kegiatan lembaga adat setempat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ferra mengatakan seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan sesuai mekanisme serta kewenangan DPRD.

LIHAT JUGA  STF Sulteng Raih 11 Medali di Sulteng Open Series VII 2026

“Reses adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi dari Desa Watukilo, Namo, Pelempea hingga Tomado akan kami catat dan perjuangkan sesuai mekanisme serta kewenangan yang ada di DPRD, dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah,” ujar Ferra.

Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Sigi tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan perempuan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, penyediaan ruang olahraga bagi generasi muda serta pelestarian adat dan budaya juga perlu menjadi perhatian.

“Harapan masyarakat ini akan menjadi bahan bagi kami dalam memperjuangkan program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” pungkas politisi partai demokrat itu.