SIGI, — Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, melakukan pendataan dan validasi kebutuhan petani sebagai persiapan penyusunan alokasi sarana produksi pertanian tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPP Dolo, Desa Maku, Rabu (7/10/2026), tersebut melibatkan Koordinator BPP Dolo, Intan, S.P., bersama seluruh tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Pendataan difokuskan pada penyusunan usulan kebutuhan pupuk bersubsidi melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), sekaligus menginventarisasi kebutuhan sarana pendukung pertanian lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan data petani, luas lahan, dan kebutuhan pupuk yang diusulkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Koordinator BPP Dolo, Intan, S.P., mengatakan penginputan data dilakukan bersama seluruh penyuluh dengan menghimpun kebutuhan petani dampingan masing-masing.
“Hari ini kami bersama teman-teman penyuluh mengusulkan kebutuhan petani dampingan masing-masing untuk alokasi tahun 2027 mendatang,” ujar Intan di sela-sela kegiatan.
Dalam proses tersebut, para PPL memeriksa kelengkapan administrasi petani, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), luas lahan garapan, hingga jenis komoditas yang dibudidayakan.
Data tersebut kemudian direkap dan divalidasi sebelum diusulkan melalui sistem yang berlaku.
Ketelitian dalam pendataan menjadi perhatian agar kebutuhan petani dapat terakomodasi sesuai persyaratan dan ketentuan alokasi pupuk bersubsidi.
Kecamatan Dolo memiliki potensi pertanian yang didukung oleh 155 kelompok tani aktif dengan luas baku sawah mencapai 1.423 hektare.
Selain lahan yang telah berproduksi, BPP Dolo juga merencanakan pendataan kebutuhan pupuk bagi lahan sawah baru seluas 9,1 hektare di Desa Tulo Rantea, yang telah dicetak pada 2025, untuk kebutuhan pertanian tahun 2027.
Potensi tersebut membutuhkan perencanaan yang cermat agar kebutuhan sarana produksi dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan jadwal tanam petani.
Tanpa data yang akurat, perencanaan kebutuhan pupuk berisiko tidak mencerminkan kebutuhan sebenarnya, terutama ketika petani memasuki musim tanam.
Dalam penyusunan e-RDKK, BPP Dolo memetakan kebutuhan pupuk bersubsidi, termasuk Urea dan NPK, sesuai komoditas, luas lahan, serta ketentuan yang berlaku.
Selain pupuk, pendataan juga mencakup kebutuhan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta kondisi jaringan irigasi tersier.
Inventarisasi tersebut diharapkan menjadi bahan koordinasi dengan instansi terkait dalam menentukan kebutuhan dan prioritas dukungan bagi petani.
Ketersediaan alsintan dan jaringan irigasi yang memadai dinilai penting untuk mendukung efisiensi usaha tani serta menjaga produktivitas lahan pertanian.
Melalui pendataan yang melibatkan BPP, PPL, dan pengurus kelompok tani, usulan kebutuhan pertanian Kecamatan Dolo untuk 2027 diharapkan tersusun lebih akurat.
Data yang terverifikasi menjadi salah satu dasar penting dalam proses perencanaan dan pengusulan bantuan pemerintah, sehingga kebutuhan petani dapat dipertimbangkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawalan sektor pertanian di Kecamatan Dolo untuk mendukung produktivitas lahan dan ketahanan pangan Kabupaten Sigi.
(Hasan Tura)



























