BANDUNG — Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI resmi menutup program Magang Nasional bagi pengurus Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada akhir Agustus 2026.
Kegiatan intensif yang berjalan selama delapan hari, terhitung sejak 23 hingga 30 Agustus 2026 tersebut, diikuti oleh 36 pengurus KDKMP pilihan yang masing-masing mewakili daerahnya dari seluruh Indonesia.
Para peserta yang hadir merupakan hasil penyaringan ketat di tingkat regional yang dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem koperasi berbasis komunitas di wilayahnya masing-masing.
Selama masa pelatihan, para peserta mendapatkan on the job training dan studi lapangan guna memantapkan tata kelola koperasi yang profesional, modern, serta mandiri. Fokus utama dari program ini adalah mengonsolidasikan potensi ekonomi desa dan kelurahan agar KDKMP mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga.
Pendekatan pelatihan tidak hanya berfokus pada teori dasar, tetapi juga membedah langsung tantangan riil yang dihadapi koperasi di lapangan, mulai dari rantai pasok hingga standarisasi mutu produk.
Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq Ciwidey/Rancabali, Kabupaten Bandung, ditunjuk langsung oleh Kemenkop sebagai lokasi percontohan sekaligus mentor resmi sektor pertanian.
Jajaran pimpinan dan pengelola Al-Ittifaq Learning Center (ALEC) yang menjadi tim pemateri antara lain CEO Kopontren Al-Ittifaq K.H. Agus Setia Irawan, Direktur ALEC Irfan Sadikin, serta Direktur Bisnis Evi Sumiati.
Turut hadir memberikan arahan Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari.
Dalam arahannya, Destry menekankan pentingnya adopsi teknologi dan inovasi sosial agar koperasi mampu bersaing di pasar komersial tanpa kehilangan jati diri gotong royongnya.
Adapun materi komprehensif yang dibekalkan kepada para peserta meliputi:
Manajemen usaha dan strategi kemitraan pasar modern. Pengelolaan hasil panen dan kewirausahaan digital.
Manajerial keuangan, mitigasi risiko, serta permodalan koperasi. Praktik langsung pengelolaan keuangan. Praktik lapangan secara interaktif. Proses pelatihan dikemas dinamis dengan menggabungkan diskusi kelompok, penyusunan business plan, hingga simulasi negosiasi dengan calon mitra usaha.
Evaluasi harian juga dilakukan secara ketat untuk mengukur sejauh mana pemahaman serta kesiapan kepemimpinan para peserta dalam mengimplementasikan ilmu yang didapat di daerah asal.
Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan daftar 10 peserta terbaik dari seluruh perwakilan se-Indonesia. Ketua KDMP Kayumalue Ngapa, Wahyu, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat ke-3 terbaik.
Keberhasilan ini disambut hangat oleh jajaran pengurus dan masyarakat Kota Palu, mengingat persaingan selama masa magang berlangsung sangat ketat dengan standar penilaian yang tinggi.
Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Feri Julianto, S.E., dalam sambutan penutupnya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta.
Ia menegaskan bahwa 36 KDKMP yang telah menyelesaikan magang ini akan dijadikan prioritas utama penerima program bantuan. Bimbingan teknis dan pendampingan berkala juga akan terus dilanjutkan oleh tim Kemenkop guna memastikan dana stimulus dapat terserap secara optimal dan akuntabel.
Peserta magang di Bandung ini akan menjadi skala prioritas bantuan Kementerian Koperasi sebagai KDKMP percontohan di daerahnya masing-masing, dengan alokasi bantuan maksimal hingga Rp500 juta dalam waktu dekat,ujar Feri Julianto.
Capaian yang diraih oleh Wahyu diharapkan dapat membawa dampak positif bagi percepatan dan modernisasi tata kelola KDMP Kayumalue Ngapa ke depan.
Ke depan, KDMP Kayumalue Ngapa diproyeksikan dapat menjadi role model bagi pengembangan koperasi lain di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya dalam memajukan komoditas lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi warga desa.


























