Momentum Kebangkitan SD DDI Palu, Enam Ruang Kelas Direhabilitasi melalui Aspirasi Nilam Sari

PALU – SD DDI Palu memasuki momentum baru untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah tersebut mendapatkan program revitalisasi dengan nilai sekitar Rp600 juta, yang akan digunakan untuk merehabilitasi total enam ruang kelas yang terdampak bencana alam tahun 2018 lalu.

Program revitalisasi tersebut merupakan bantuan yang bersumber dari program pemerintah melalui aspirasi Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tengah, Nilam Sari, yang bertugas di Komisi X DPR RI.

Program tersebut disosialisasikan pada Rabu (9/9/2026) dan dilaksanakan secara swakelola oleh pihak sekolah melalui Panitia Pelaksana Sekolah (P2S).

Kegiatan sosialisasi dihadiri Sekretaris Umum PW DDI Sulteng Drs. H. Samsudin Badarong, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ahmadi, S.Pd., M.Pd., Kepala SD DDI Palu Massarappi, S.Pd., M.Pd.I, Tim Rumah Aspirasi Nilam Sari Marzuki M. Sakung, Ketua Pelaksana Marwah, S.Pd., panitia revitalisasi, serta Ketua Komite SD DDI Palu Ikbal Borman, S.H., yang juga mewakili para orang tua siswa.

DDI Bersyukur, Apresiasi Perhatian Pemerintah

Mewakili pengurus Yayasan DDI, Sekretaris Umum PW DDI Sulteng, Drs. H. Samsudin Badarong, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap SD DDI Palu melalui program revitalisasi tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan, termasuk melalui berbagai program peningkatan sarana dan prasarana sekolah.

Menurutnya, program revitalisasi tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan sekaligus kesempatan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas fasilitas yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Kami dari Yayasan DDI menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Ibu Nilam Sari sebagai Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tengah Komisi X, yang telah memperjuangkan aspirasi pendidikan sehingga program revitalisasi ini dapat hadir di sekolah kami,” ujarnya.

Ia berharap seluruh proses revitalisasi dapat berjalan lancar, sesuai ketentuan dan kebutuhan sekolah, serta menghasilkan fasilitas berkualitas yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Yayasan juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun maupun diperbaiki.

Samsudin juga mengapresiasi langkah Kepala SD DDI Palu bersama Komite Sekolah yang terus memperbarui laporan mengenai kondisi dan kebutuhan perbaikan sekolah kepada dinas terkait.

Menurutnya, penyampaian laporan secara berkala sangat penting agar pemerintah mengetahui kondisi nyata serta kebutuhan masing-masing sekolah.

“Ini penting karena pemerintah perlu mengetahui kebutuhan pihak sekolah dalam rangka menunjang peserta didik dalam proses belajar. Karena itu, laporan dan pembaruan kebutuhan sekolah harus terus dilakukan,” ujarnya.

LIHAT JUGA  Warga Palu Apresiasi Pelayanan PMI Sulteng, Respons Cepat Call Center dan WhatsApp Permudah Akses Informasi Darah

Ia berharap komunikasi antara sekolah, komite dan pemerintah dapat terus terjaga sehingga berbagai kebutuhan pendidikan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui program yang tepat.

Dinas Pendidikan Dorong DDI Bangkitkan Kembali Brand Sekolah

Sementara itu, mewakili Kadis Pendidikan, Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ahmadi, S.Pd., M.Pd., berharap revitalisasi tersebut menjadi momentum bagi SD DDI Palu untuk bangkit dan kembali memiliki daya tarik sebagai lembaga pendidikan.

Ia juga berharap Panitia Pelaksana Sekolah (P2S) dapat melaksanakan program revitalisasi dengan sebaik-baiknya dan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.

Ahmadi menjelaskan, program revitalisasi sekolah saat ini memiliki dua skema, yakni program reguler dan program melalui aspirasi.

Untuk revitalisasi melalui aspirasi, terdapat enam sekolah di Kota Palu yang mendapatkan program tersebut. Pada tahap awal terdapat empat sekolah, yakni SDN 6, SD Lolu, SD Veteran dan SD Birobuli 4, sementara SD DDI Palu masuk dalam tahap kedua.

Menurut Ahmadi, program tersebut sekaligus menjadi momentum untuk kembali membangkitkan citra SD DDI Palu.

“Brand DDI ini kita bangkitkan lagi. Setahu saya, dulu sekitar tahun 1990-an DDI ini punya brand yang besar. Apalagi setelah mendapatkan bantuan revitalisasi ini, kita berharap ke depan akan semakin baik,” katanya.

Ia mengaku bersyukur SD DDI Palu masuk dalam prioritas program revitalisasi.

“Kami berharap ke depan DDI ini punya brand sebagai sekolah yang menguasai pendidikan dan agama di tengah perkembangan zaman teknologi,” ujarnya.

Ia mengatakan, revitalisasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan benar-benar menjawab kebutuhan sekolah. Kami juga mengajak pihak sekolah, Komite Sekolah, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mendukung pelaksanaannya,” katanya

Pelaksanaan pekerjaan juga diharapkan memperhatikan kualitas dan ketentuan yang telah ditetapkan sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Setelah revitalisasi selesai, fasilitas tersebut harus dijaga dan dirawat bersama agar dapat digunakan secara optimal oleh peserta didik, sehingga hasilnya memberikan manfaat bagi peserta didik, bahkan dapat dirasakan oleh generasi berikutnya,” tambahnya.

Rumah Aspirasi Paparkan Tiga Program Pendidikan

Tim Rumah Aspirasi Nilam Sari, Marzuki M. Sakung, menjelaskan bahwa saat ini sudah terdapat sejumlah sekolah yang mendapatkan bantuan melalui aspirasi Nilam Sari, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK.

LIHAT JUGA  Polres Morowali Utara Bekuk Pelaku Tabrak Lari di Desa Kumpi

Menurutnya, program revitalisasi melalui aspirasi Nilam Sari juga berjalan di berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.

Ia menjelaskan, terdapat tiga program utama di bidang pendidikan yang diperjuangkan melalui aspirasi, yakni PIP Aspirasi, KIP Kuliah dan program revitalisasi sekolah.

Untuk PIP Aspirasi, program tersebut telah berjalan selama dua tahun. Saat ini, sekitar 40 ribu siswa di Sulawesi Tengah telah mendapatkan manfaat program tersebut, dengan penerima terbanyak berada di Kota Palu.

Program kedua adalah KIP Kuliah, yang dikhususkan bagi mahasiswa baru. Marzuki menyebut terdapat sekitar 700 usulan yang diajukan pada tahun ajaran 2025, namun masih terdapat kendala persyaratan terkait desil.

“Persyaratannya harus masuk desil 4. Jadi ke depan, khususnya tahun 2026, kami berharap calon penerima segera mengurus atau memperbarui data desil,” jelasnya.

Sedangkan program ketiga adalah revitalisasi sekolah. Program tersebut telah menyasar sejumlah sekolah di Sulawesi Tengah, baik jenjang SD, SMP, SMA maupun SMK.

Namun, Marzuki menyebut terdapat sekolah yang belum dapat menerima program karena tidak memenuhi standar administrasi. Khusus sejumlah SMK di Kota Palu, kendalanya berkaitan dengan dokumen kepemilikan lokasi atau sertifikat lahan.

Enam Ruang Kelas Mulai Dikerjakan Pekan Depan

Ditemui secara terpisah, Kepala SD DDI Palu, Massarappi, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelaksanaan pekerjaan revitalisasi dijadwalkan mulai dilakukan pada pekan depan.

Enam ruang kelas akan langsung dilakukan perbaikan secara keseluruhan.

“Insyaallah pelaksanaan pekerjaan akan dimulai pekan depan. Enam ruangan langsung dilakukan perbaikan,” kata Massarappi sebagai penanggung jawab revitalisasi.

Selama proses rehabilitasi berlangsung, pihak sekolah telah menyiapkan tempat sementara untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Menurutnya, kegiatan pembelajaran akan dialihkan sementara ke tiga rumah yang telah disediakan pihak sekolah.

Proses pembelajaran tetap akan berlangsung secara tatap muka maupun daring, menyesuaikan kondisi selama pekerjaan rehabilitasi berlangsung.

“Kami sudah menyiapkan tiga rumah sebagai tempat sementara untuk kegiatan belajar mengajar. Kami berharap proses rehabilitasi berjalan lancar dan kegiatan pembelajaran anak-anak tetap berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.

Menurutnya, bantuan revitalisasi tersebut merupakan kesempatan penting bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas fasilitas yang selama ini digunakan dalam mendukung proses belajar mengajar.

LIHAT JUGA  Kejati Sulteng: Penyidikan Dugaan Korupsi Kredit Bank BPD Sulteng Cabang Poso Tetap Berjalan

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas adanya program revitalisasi ini. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi sekolah dan anak-anak kita. Kami berharap seluruh prosesnya dapat berjalan dengan lancar sehingga hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik,” pungkasnya.

Komite: Momentum Bersejarah bagi SD DDI

Mewakili seluruh orang tua murid dan Komite Sekolah, Ikbal Borman, S.H., menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya program revitalisasi tersebut.

“Hari ini adalah hari yang bersejarah dan penuh berkah untuk sekolah kita tercinta. Mewakili seluruh orang tua murid dan Komite Sekolah, saya ingin menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga. Sekolah kita akhirnya, Alhamdulillah, secara resmi mendapatkan alokasi dana aspirasi untuk rehabilitasi total enam ruang kelas yang terdampak bencana alam tahun 2018 lalu.”

Ikbal menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Nilam Sari atas perhatian dan kepeduliannya terhadap Yayasan DDI, khususnya SD DDI Palu.

Ia mengungkapkan, sebelum program revitalisasi tersebut terealisasi, pihak sekolah bersama yayasan telah beberapa kali mengajukan proposal rehabilitasi SD DDI Palu pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, usulan tersebut belum dapat ditindaklanjuti, salah satunya karena adanya efisiensi anggaran.

“Sebelumnya, rehabilitasi SD DDI ini sudah beberapa kali kami ajukan melalui proposal pada tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena adanya efisiensi anggaran sehingga belum dapat ditindaklanjuti. Akhirnya, Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan jalan lain melalui program aspirasi Anggota DPR RI, Ibu Nilam Sari.”

Menurutnya, bantuan yang diterima kali ini jauh lebih besar karena tidak hanya menyasar perbaikan bagian tertentu bangunan sekolah.

“Bukan lagi hanya kusen dan plafon yang rusak yang dibantu, tetapi enam ruang kelas sekaligus mendapatkan rehabilitasi total. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dinas Pendidikan Kota Palu dan teristimewa untuk Ibu Nilam Sari atas perhatian dan kepeduliannya kepada SD DDI Palu.”

Ia berharap program tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus membangkitkan kembali semangat seluruh keluarga besar SD DDI Palu dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para peserta didik.

Dengan adanya program revitalisasi tersebut, SD DDI Palu diharapkan tidak hanya memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik, tetapi juga mampu kembali membangun reputasi sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter dan tetap mengedepankan pendidikan agama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.