SIGI — Gerakan BILAS (Bersih, Indah, Lestari, Aman, Sejahtera) mulai digaungkan Pemerintah Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, sebagai gerakan bersama untuk membangun lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman di tujuh desa.
Camat Gumbasa Afif Sunusi, S.Sos., M.M., mengajak kepala desa, pemerintah desa, dan masyarakat bersama-sama menerjemahkan semangat BILAS melalui aksi nyata. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah kecamatan.
Tujuh desa yang menjadi bagian dari gerakan tersebut yakni Kalawara, Pandere, Pakuli Utara, Pakuli, Simoro, Omu, dan Tuva.
Semangat itu diwujudkan melalui aksi bersih-bersih massal yang digelar secara serentak di sepanjang wilayah lintasan tujuh desa. Masyarakat bersama jajaran pemerintah desa turun membersihkan drainase, mengangkut sampah, serta merapikan fasilitas umum di sepanjang jalan poros dan kawasan permukiman.
Bagi Afif, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi kebersihan, tetapi menjadi langkah untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dan kearifan lokal masyarakat Kaili.
Kegiatan itu mengusung semangat “Pakagali Pakagaya Ngata”, yang dimaknai sebagai membersihkan dan memperindah kampung, serta “Pakagali Rara”, yang mengandung pesan tentang membersihkan dan menyucikan hati atau jiwa.
“Saya pulang kampung menjadi Camat Gumbasa bukan sekadar untuk bernostalgia atau mengenang masa lalu. Saya pulang kampung untuk bekerja keras dan membenahi secara menyeluruh, baik di internal lingkup Kantor Kecamatan Gumbasa maupun di seluruh wilayah tujuh desa di Kecamatan Gumbasa ini,” tegas Afif Sunusi di sela-sela kegiatan.
Semangat Afif menjaga kebersihan Gumbasa juga tergambar dari sebuah video yang ia bagikan kepada awak media ini melalui pesan WhatsApp, Sabtu (19/9/2026).
Dalam video tersebut, sejumlah wisatawan atau pengunjung terlihat memungut sampah plastik yang berserakan di sepanjang jalan, meski mereka bukan warga setempat. Sampah yang dikumpulkan kemudian dimasukkan ke tempat yang semestinya.
Video tersebut rupanya menjadi bahan perenungan bagi Afif. Ia menyampaikan keprihatinannya sekaligus harapannya agar kepedulian serupa tumbuh di Gumbasa.
“Video ini bukan di wilayah Kecamatan Gumbasa ataupun di desa yang kita pimpin. Namun, hal ini menjadi cambuk dan inspirasi kita agar tidak ada lagi sampah berserakan di mana-mana,” ungkap Afif kepada awak media ini melalui pesan WhatsApp, Sabtu (19/9/2026).
Bagi Afif, kepedulian para pengunjung tersebut menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan kesadaran bersama.
Melalui BILAS, Afif ingin kebersihan dan keindahan lingkungan berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam, menciptakan rasa aman dan tenteram, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Afif turut turun langsung dan membaur bersama warga. Kehadiran camat di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun semangat kebersamaan dalam menjaga dan menata lingkungan.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi antarwarga lintas desa. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat ikut terlibat.
Semangat BILAS juga dikemas Afif melalui pendekatan budaya. Sebagai Camat Gumbasa, ia menciptakan lagu “Pakagali Pakagaya Ngata, Pakagali Lara/Rara” yang kemudian dibuat dalam bentuk video lagu.
Lagu tersebut membawa pesan kecintaan terhadap kampung halaman, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya menjaga kebersamaan masyarakat Gumbasa.
Afif menegaskan, aksi bersih-bersih massal tersebut bukan kegiatan seremonial atau program sekali jalan. Kecamatan Gumbasa berencana menjadikan kegiatan kebersihan berbasis kearifan lokal itu sebagai agenda rutin setiap bulan.
Ia berharap semangat Pakagali Pakagaya Ngata dapat terus hidup dalam keseharian masyarakat dan tidak hanya muncul pada momentum tertentu.
Afif sendiri merupakan putra asli Desa Pakuli. Ia menghabiskan masa kecil dan menempuh pendidikan di desa tersebut sebelum menjadi ASN dan melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar magister.
Pada Oktober 2025, Afif dilantik sebagai Camat Gumbasa. Kembali ke tanah kelahirannya, ia kini membawa semangat pengabdian melalui gerakan BILAS dengan mengajak tujuh desa menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta budaya gotong royong secara bersama.




























