Proyek 3 Sekolah di Talise belum Dikerjakan, PT Wika : 3 Lokasi Sekolah Ini Menunggu Izin

Proyek ini dibandrol dengan nilai kontrak anggaran sebesar Rp.39.679.317.000 (Tiga puluh sembilan milyar, enam ratus tujuh puluh sembilan juta, tiga ratus tujuh belas ribu rupiah).

Sumber dana Loand Word Bank (WB). Kurun waktu pekerjaan selama 210 hari kalender. Terhitung sejak tanggal 7 September 2020 sampai 4 April 2021.

Dilapangan, dari 4 item gedung, saat ini tengah dikerjakan masih satu gedung sekolah, yakni MAN 2 Palu, terlihat sudah dengan kisaran progres 50 – 60 persen.

Sedangkan tiga gedung lainya dilokasi berbeda, SDN 2 Talise, SDN 1 Talise, dan SDN 2 Inpres Talise, baik dilokasi gedung sekolah lama dan lokasi relokasi baru belum nampak adanya aksi pekerjaan.

Dikonfirmasi terpisah, Dani selaku Manager Pelaksana PT Wika, membenarkan jika saat ini masih mengerjakan satu gedung Sekolah (MAN 2). Ia juga mengakui tiga sekolah dilokasi Talise belum dikerjakan.

Dani mengatakan, belum dimulainya pekerjaan pada 3 sekolah di Talise, dikarenakan belum mendapat ijin dari pihak terkait.

“Saat ini kami menunggu hasil Larap dan izin, sehingga menjadi kendala dalam pembangunan tiga sekolah tersebut.

LIHAT JUGA  Jaksa Masuk Sekolah di Sigi, Kejati Sulteng Edukasi Pelajar Bijak Bermedia Sosial

“Kalau pihak kami, dari awal sudah sangat siap mengerjakan 4 gedung sesuai kontrak secara bersamaan,” ujar Dani saat dikonfirmasi melalui via whatsapnya (5/3).

Ditempat terpisah, Rahman sebagai kordinator konsultan supervisi PT Yodha Karya menerangkan, keterlambatan progres proyek Fase 1D itu terbebani oleh belum dimulainya pekerjaan pada 3 sekolah di Talise yang belum mendapat ijin dari pihak terkait.

“Tiga lokasi sekolah di Talise belum dikerjakan karena masih terkendala, tanah lokasinya belum klir menurut WB, sehingga pihak WB belum mengeluarkan nota persetujuan (NoL).

“Tapi hasil evaluasi kami, bahwa pekerjaan ini untuk lokasi MAN 2 Palu sangat progresif/maju, bahkan dalam waktu dekat rencana ada beberapa unit gedung akan diserah terimakan.

“Untuk addendum waktu, belum ada, jadi masih ending di tanggal 4 April 2021,” ucap Rahman saat ditemui, Sabtu (6/3).

foto : Zulfikar ST, selaku Pelaksana tugas (Plt) PPK Strategis II BPPW Sulteng
foto : Zulfikar ST, selaku Pelaksana tugas (Plt) PPK Strategis II BPPW Sulteng

Sementara itu, Zulfikar ST, selaku Pelaksana tugas (Plt) PPK Strategis II BPPW Sulteng, mengatakan terhambatnya pembangunan tiga sekolah ini karena menunggu hasil proses Larap yang diajukan kepada pihak WB.

LIHAT JUGA  Jelang Lebaran, Muncul Modus Penipuan Mengatasnamakan Pejabat Kejari Sigi

“Gedung lama ini masuk dalam Zona Merah, dan relokasinya kemarin juga masih menunggu hasil Larapnya,” ujar Fikar.

Baca Juga : PPK BP2W Sulteng, ZulFikar ST : Memastikan 8 Paket Proyek Strategis II Berjalan Optimal

Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) merupakan rencana tindak penanganan dampak sosial ekonomi akibat pengadaan tanah dan pemukiman kembali yang disyaratkan oleh Kebijakan Operasional Bank Dunia.

“Informasinya Larap sudah selesai dan telah diajukan kepada pihak word bank, saat ini lagi berproses.

“Kami juga berharap dalam waktu dekat tiga gedung ini segera dikerjakan, jika telah menerima persetujuan dari pihak WB,” tandas Fikar dalam panggilan sapaannya, saat dihubungi redaksi media ini melalui telfon genggamnya (7/3/2021).

(iwn)