oleh

Kejari Palu Memastikan “Kasus Lahan Lalove” Tersangka Bisa Saja Ditahan Jika Penyidik Khawatir Tiga Hal Ini

PALU – Penanganan dan penuntasan perkara kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi kegiatan pengadaan tanah untuk Kepentingan Umum oleh Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu TA. 2018 lalu, yang ditangani Institusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palu, Sulteng hingga kini terus dinantikan publik Kota Palu.

Pasalnya, sejak kasus ini mencuat pada September 2020 lalu, pihak Kejari Kota Palu, telah memeriksa sejumlah saksi dan bahkan telah menetapkan 3 orang tersangka. Namun, hingga kini belum merilis jumlah kerugian keuangan negara dan penahanan atas para tersangka yang tersandung dalam kasus tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Inteljen Kejari Palu, Greafik Loserte SH, MH mengatakan, jika fokus penanganan atas kasus perkara pembebasan lahan dan rumah di Jalan Anoa 2 untuk akses pembangunan Jembatan Lalove atau Jembatan V tersebut, saat ini masih terus berproses dan kini sudah dalam tahap pemberkasan.

Baca Juga : Bappeda Kota, di Geledah Penyidik Kejati Sulteng

“Fokus kita sekarang adalah pemberkasan, dalam pemberkasan itu ada 4 tahapan,” ujar Greafik saat ditemui disela kesibukannya dikantor Kejari Palu, pada Senin, (8/3/2021).

Greafik menerangkan, yang pertama, membuat resume singkat terkait dengan dugaan tindak pidana, resume ini sementara disusun.

Yang kedua, melakukan pendataan terhadap barang bukti yang sudah disita, agar menjadi dasar kita, untuk memintakan penetapan pengadilan nantinya sehingga menjadi sah.

Yang ketiga, penyusunan berkas perkara yang isinya terkait dengan transaksi. Ini nanti disusun agar dalam persidangan JPU nya tidak bingung.

“Jadi tiga tahapan tersebut sementra disusun,” terangnya.

News Feed