TOUNA, Bahanaindonesia.com – Upaya Polri dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kembali diwujudkan melalui pelatihan menjahit yang digelar Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya 2025 Tahap IV di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna). Program pemberdayaan masyarakat tersebut resmi ditutup pada Sabtu (29/11/2025) di Kantor Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Touna.
Wakapolres Touna, Kompol Mulyadi, memimpin langsung acara penutupan dan menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir dalam kegiatan yang berdampak langsung terhadap peningkatan keterampilan dan produktivitas warga. Penutupan kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penyerahan sertifikat kepada para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.
Acara tersebut turut dihadiri Kasat Binmas Polres Touna AKP Agus Habibie, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Anwar Laide, S.Sos, serta Kepala SKB Touna Fahruddin, S.Pd.
Dalam sambutannya, Kompol Mulyadi mengapresiasi semangat belajar para peserta. Menurutnya, keterampilan menjahit bukan hanya kegiatan teknis, tetapi modal penting untuk membuka peluang ekonomi baru.
“Terima kasih atas partisipasi aktif seluruh peserta dalam mengikuti pelatihan menjahit ini. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal utama untuk menunjang perekonomian keluarga dan membuka lapangan pekerjaan baru,” ujar Kompol Mulyadi.
Ia juga mendorong peserta agar lebih berani memulai usaha secara mandiri. “Pelatihan ini harus menjadi langkah awal untuk berwirausaha. Jangan berhenti di sini. Jadikan keterampilan ini sebagai kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegasnya.
Prosesi penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta. Sebanyak sepuluh peserta yang mengikuti program ini diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan mengembangkan usaha menjahit sebagai sumber pendapatan baru.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen Polri melalui Operasi Madago Raya dalam memberdayakan masyarakat dan memperkuat perekonomian lokal.
























