Ir Hj. Happy Sri Handayani Noor, MT: Capaian Progres Huntap 1B di Donggala Sudah 40 Persen

Disinggung soal terjadinya perubahan data Warga Terdampak Bencana (WTB) sehingga menjadi kendala, Heppy mengatakan hal itu dikarenakan hasil proses validasi data.

“Sejumlah warga inginnya dimasukan dalam data bantuan dana stimulan, mungkin karena tidak mau huntap karena menunggu lama, tapi sudah tidak bisa, Nah, jika ada data ganda ditemukan langsung dicoret berdasarkan anomali yang ada,” terangnya.

Untuk Huntap bagi Penyintas di Desa Loli Bagaimana Bu?

Untuk di Desa Loli, dari awal kendalanya soal lahan tanah, karena memang mereka tidak ada lahan, ada tanah tapi tanahnya lurus dan bertebing, bahkan saya sudah undang waktu itu orang jepang, namun lahan itu sangat riskan dan berbahaya untuk masyarakat, sehingga tidak dapat dipaksakan.

Kemudian setelah itu, kami sampaikan kepada mereka untuk mencari tanah lain pada waktu itu, jika ada lahan lain nantinya kami Pemda bayarkan dan cepat bangunkan, bahkan waktu itu ada bantuan dari Klaten (Bantun PMI) jika sedia lahan. Namun lahannya tidak ada.

Menurut Kabalai BP2P Sulawesi II lahannya ada tapi katanya tidak cukup?

Iya benar tapi tanahnya tidak direkomendasikan, karena tidak memenuhi syarat. Kemudian, ada juga tanah disampingnya PRM, tapi WTB nya tidak mau, padahal hanya di belakang BLK

LIHAT JUGA  Momentum Malam 23 Ramadan, Kejati Sulteng Resmi Menahan Mantan Kades Dugaan Korupsi Dana CSR Rp9,6 Miliar

Jadi bagaimana solusinya bu, karena jika mereka mengharapkan Stimulan tidak mungkin lagi, kerena sudah final posnya, berarti mereka menunggu proses Huntap?

Saat ini lahan tanahnya sudah siap dan telah dibayarkan Pemda Donggala, di Loli Tasiburi dibagi tiga titik untuk 60 KK, dan Loli Dondo dibagi dua titik untuk 53 KK.

Kapan proses pembayaran lahan tersebut Bu, apakah setelah adanya gejolak kemarin?

Lahan ini sebenarnya sudah dibayarkan sejak tahun lalu, namun warga sampaikan kami tidak butuh tanah waktu itu.

Jika memang telah dibayarkan sejak tahun lalu, kenapa tidak segera dilakukan pembangunan waktu itu?

“Kan begini, setelah kita membeli lahannya, tidak langsung mereka turun kerja, tapi kita ajukan dulu ke Bank Dunia. Nah hal itu memang lama karena prosesnya harus memenuhi beberapa kriteria, sampai pelepasan haknya untuk dapatkan titik Nol nya. Kemarin kita sudah kirimkan, saat ini sudah mulai proses kerjanya, sambil menunggu, ” ujar Happy diakhir wawancara

Baca Juga : Kabalai BP2P Sulawesi 2 : Pembangunan Huntap 1B Capai 50 Persen, Kendalanya Begini

LIHAT JUGA  Putra Desa Pakuli, Gavil Ukir Prestasi Gemilang sebagai Wisudawan Terbaik Magister Untad

Diketahui, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan Huntap tahap 1A sebanyak 630 unit di Duyu, Kota Palu dan Pombewe, Kabupaten Sigi.

Tak berhenti di huntap tahap 1A, Kementerian PUPR melalui Ditjen perumahan kembali melanjutkan pembangunan huntap tahap 1B sebanyak 1.005 unit untuk korban bencana di Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulteng.

Adapun anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan huntap tahap 1B sebesar Rp 110 miliar atau tepatnya Rp 110,07 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontaktor pelaksana.

(iwn)