oleh

Kerjakan Proyek Kantor Baru Kejati Sulteng, PT Waskita : Menunggu Hasil Perubahan Desain Gambar

PALU – Pelaksanaan pembangunan proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bangunan Gedung kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga kini masih tersendat. Meskipun terlihat tumpukan material dan alat kerja PT Waskita Karya sebagai kontraktor pelaksana telah siap untuk dioprasikan.

Informasi yang dihimpun media ini, hal ini karena adanya perubahan Detail Engineering Design (DED) menggunakan metode pondasi bored pile (boring).

“Perubahan itu setelah dilakukan pengujian tanah kembali oleh kontraktor, ternyata hasilnya cukup berbeda dari hasil uji tanah yang dipakai pada saat perencanaan.

“Bisa jadi karena lokasi titik uji tanahnya yang berbeda, karena pada saat perencanaan dilakukan diluar lokasi lahan yang akan dibangun karena masih berdiri bangunan eksisting,” terang Bayu PPK BPPW Sulteng, Selasa (9/2/2021).

Revisi desain tersebut jelasnya masih berproses sehingga menunggu desain baru dari konsultan perencananya, katanya.

“Proses asistensinya masih berjalan, karena harus menghitung lagi, volume pondasinya, betonnya, dan besi yang digunakan. Kami telah menekankan hingga tanggal 12 Februari ini agar sudah merampungkan hasil perhitungan dan perencanaan gambar dan lain sebagainya, makanya menunggu hasilnya,” jelas Bayu.

Ditemui dikantornya, Manager Proyek (PM) PT Waskita Karya membenarkan jika pihaknya masih menunggu proses penyerahan hasil revisi konsultan perencana dari PPK BP2W Sulteng.

Manager Proyek (PM) PT Waskita Karya, Ari dan Sttaf saat ditemui dikantornya di Palu

“Jadi kemarin setelah kami menguji soutes hasilnya kami laporkan kepada MK dan selanjutnya konsultan perencana yang membaca hasilnya.

“Kami masih menunggu dokumen perubahannya, apa yang dijelaskan PPK nya sudah benar,” ujar Ari PM PT Waskita di Palu, Rabu (10/2/2021).

Ari menerangkan, sejak kontrak kerja berjalan pihaknya juga telah melakukan beberapa pekerjaan persiapan dilokasi kerja.

“Sambil menunggu hasil revisi, pekerjaan persiapan telah kami lakukan, seperti direksi kit, klinik, ruang induksi, dan pembuatan pintu masuk proyek, jadi saat ini pekerjaannya juga pararel,” terang Ari didampingi stafnya.

tampak depan, Pelaksanaan pembangunan proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bangunan Gedung kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)

“Kalau untuk anggaran pasti berubah, metode juga berubah, namun seberapa banyak volumenya kami juga belum tahu karena belum melihat hasil perubahannya,” sambungnya saat ditanyakan soal volume anggaran.

Baca Juga : Pembangunan Kantor Baru Kejati Sulteng Tersendat, Simak Penjelasan BP2W Sulteng

Ditanya nantinya jika sampai tanggal 12 Februari 2021 belum menerima dokumen gambar dan desain baru. “Masalah lama waktunya perubahan desain itu, bagian dari rana konsultan, jika belum ada, maka kami akan coba surati PPK nya,” pintanya.

“Jika soal kesiapan, Kami siap berkerja tinggal menunggu saja hasil gambar barunya, untuk material dan alat kerja dan pekerja semua sudah siap,” pungkasnya.

Diketahui, pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi Kantor Kejati Sulteng ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) sebagai pemenang lelang sebesar Rp. 107.119.311.000,- dari pagu anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp. 148.290.000.000,-.

Masa kontrak selama 365 hari (12 bulan). Luasan bangunan 12.468 m² dan berlantai 6, bangunan ini sudah dirancang untuk tahan gempa dan memenuhi kaidah bangunan hijau (Green Building), serta dalam manajemen pelaksanaannya akan menggunakan Building Information Modeling.

(BI)

News Feed