Bantuan Benih “Rusak” Ditjen Hortikuktura RI, Produsen Akui Ada Keterlambatan dan Bibit Rusak

KT Pusuk Pujata : BPSB SULTENG dan DINAS di SIGI SUDAH TURUT PERIKSA

Bahanaindonesia.com – Tibanya bantuan bibit bawang putih yang tak layak tanam kepada sejumlah petani di wilayah Kabupaten Sigi, pada November 2021, melalui kucuran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Direktorat Kementrian Hortikultura Republik Indonesia, mulai mendapat reaksi dari sejumlah pihak yang patut dinilai memiliki andil di dalam seluruh rangkaian proses penyalurannya.

Ditemui beberapa waktu lalu, di ruang kerjanya, Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Moh Ikbal B.Aly Sp.Mp yang kala itu didampingi oleh salah seorang staffnya bernama Ilham, telah menjelaskan serta menegaskan, bahwa program pengadaan bantuan bibit bawang putih itu, bukanlah program Pemerintah Kabupaten Sigi dan tidak melekat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) di instansi yang dipimpinnya.

“Proses penyalurannya pun tidak melibatkan kami, justeru kami pun boleh dikata selaku pihak penerima manfaat dari bantuan tersebut,” tegas Kadis Ikbal kala itu.

Secara bersamaan, Ilham, staff yang dimaksud turut menambahkan bahwa, penyaluran bantuan itu, langsung dari ekspedisi (Pengirim,red) kepada para petani.

“Kami di Dinas, justeru taunya nanti sudah di lapangan (diterima petani, red),” terang Ilham berkilah saat itu.

LIHAT JUGA  Heboh! Dugaan Penyelewengan Dana Desa, Aparatur Sungku Kompak Mundur Massal

Ditambahkannya, segala bentuk pengawasan tentang mutu serta kualitas benih, itu merupakan gawean Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki kewenangan.

Namun demikian, penjelasan yang diberikan oleh pihak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi tersebut, terbantahkan oleh pihak KT Pusuk Pujata, selaku Produsen yang melakukan penangkaran benih bawang putih yang dimaksud.

Eggy, selaku pimpinan dari KT Pusuk Sujata, yang berlokasi di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, saat dikonfirmasi via ponselnya menuturkan hal berbeda.

“Ada tim saya yang ikut serta dalam pengantaran bibit hingga ke wilayah Kabupaten Sigi. Nanti tim saya yang bernama Niko sampaikan,” ucap Eggy dari ponselnya pada Rabu (05/01) siang tadi.

Secara terpisah, Niko yang juga dihubungi via telepon WhatsUpp menyampaikan kronologi pengiriman bantuan bibit bawang putih tersebut.
Dikatakan Niko, pengiriman bibit tersebut memang mengalami sedikit keterlambatan dari waktu yang ditentukan.

“Pengirimannya oleh pihak Penyedia, CV Mitra Universal Group (MUG) menggunakan kontainer, sehingga agak sedikit alami keterlambatan berkisar 2 – 3 minggu, bila dibandingkan pengiriman melalui kapal layar,” beber Niko.

LIHAT JUGA  Geledah Kantor Dinas Peternakan Sigi, Kejari Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Pakan 2023–2024

Tak hanya waktu pengiriman yang turut berpengaruh pada kondisi bibit, penyimpanan bibit dalam kontainer pun bisa jadi penyebab kerusakan bibit, dikarenakan sirkulasi udara yang kurang bagus, jelas Niko.

Namun demikian, Niko pun membantah, bila pihaknya tak memberikan informasi kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sigi atas dilakukannya penyaluran bibit ke petani.

Saat hendak dilakukan pengiriman, tepatnya pada 01 Oktober 2021, pihak BPSBP Provinsi NTB telah melayangkan surat pemberitahuan teruntuk Kepala BPSB Provinsi Sulteng, dimana Surat itu bernomor : 521/3316/10/BPSB-P/202.

“Begitu bibit tiba di Makassar, saya langsung membawanya ke Kabupaten Sigi. Bibit itu masuk lebih dahulu ke BPSB Provinsi Sulawesi Tengah, kemudian diperiksa kembali oleh pak Ilham yang ditinjuk oleh Kementrian sebagai PHO. Saya bahkan sempat bertemu langsung dengan pa Kadis Ikbal serta pak Ilham di Kantor Dinas Pertanian Sigi. Itu sekitar awal November 2021 lalu,” ungkap Niko.

Terkait ada kerusakan bibit, lanjut Niko mengungkapkan, memang telah diperbincangkan dengan pihak Dinas Pertanian Sigi kala itu. Namun Niko menegaskan, kerusakan bibit kala itu hanyalah berkisar 10 persen dari total bibit yang disalurkan, dimana bantuan itu berjumlah total 35 Ton.

LIHAT JUGA  Living Our Values, Strategi Hasnur Group Menyongsong Transformasi 2026

“Kami sudah mempersiapkan bibit ganti, apabila terjadi kurasakan. Jadi begitu tiba di gudang penyimpanan di Kabupaten Sigi, pak Ilham selaku pihak yang di SK kan oleh Kementrian, sudah memeriksa kondisi bibit itu. Barulah kami salurkan ke petani. Untuk waktu penyaluran, memang bervariasi, ada yang tiba dimalam hari, dikarenakan medan yang harus kami lewati tak semuanya baik,” terang Niko Rabu kemarin.

Sebagai Produsen benih, pihak KT Pusuk Pujata pun menjelaskan, cara dan teknik penyimpanan yang dilakukan oleh para petani juga memiliki pengaruh terhadap kerusakan bibit. Apabila bibitnya tak segera dibuka maupun dianginkan, maka dapat turut mempercepat kerusakan bibit.

Sementara itu, Riki, perwakilan dsri CV MUG, sebagai pihak perusahaan yang melakukan penyediaan 35 Ton bibit bawang putih tersebut, enggan untuk menjawab konfirmasi media ini dari balik applikasi WhatsUppnya.

(Hasan Tura /Editor : Adrian Yuliansyah)