Soal Bibit Bawang Rusak, Komisi II DPRD Sigi : Ada “Fungsi” dan Koordinasi yang Harus Diperbaiki

Bahanaindonesia.com – Adanya bantuan bibit bawang putih dari Direktorat Kementrian Pertanian Hortikultura RI yang diserahkan langsung pada para petani di wilayah Kabupaten Sigi pada Tahun Anggaran 2021 lalu, terus saja menuai tanggapan.

Selain bantuan tersebut diserahkan langsung pada para petani, tanpa melibatkan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Pertanian setempat, sebagian besar bibit itupun tak lagi layak untuk ditanami sebab telah rusak.

Sebelumnya Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Moh Ikbal B.Aly Sp.Mp, pun telah menegaskan, bahwa program pengadaan, serta penyaluran ribuan kilogram bibit bawang putih yang dimaksud, bukanlah program yang diselenggarakan oleh instansi yang dipimpinnya.

Namun demikian, sebagai instansi pemerintah daerah yang menaungi para petani, Dinas Pertanian memiliki perpanjangan tangan, yakni Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tingkat Kecamatan, bahkan hingga di tingkat Pemerintah Desa.

Adapun tugas dan fungsi PPL ialah memberikan penyuluhan kepada petani melalui pendekatan kelompok tani. Hal itu dilakukan agar pengetahuan, keterampilan maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usaha tani. Dalam melaksanakan tugasnya agar berjalan efektif dan efisien, setiap Penyuluh Pertanian perlu melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut :

LIHAT JUGA  Kapolri dan Sultan HB X Pimpin Apel Srawung Agung, Dorong Jaga Warga Perkuat Harmoni Jogja

Persiapan Penyuluhan

Persiapan penyuluhan merupakan bagian penting sebelum pelaksanaan penyuluhan diselenggarakan. Persiapan penyuluhan yang terencana dengan baik akan mempermudah Penyuluh Pertanian untuk melaksanakan penyuluhan. Persiapan tersebut antara lain melakukan Identifikasi potensi wilayah (IPW), Memandu penyusunan Rencana Definitif Kelompok (RDK) dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), Penyusunan programa penyuluhan pertanian bersama tim dan Penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTPP).

Pelaksanaan Penyuluhan

Tanpa persiapan yang baik, pelaksanaan penyuluhan pertanian akan kehilangan arah dan tujuan. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa metode yang dapat diterapkan Penyuluh Pertanian agar dapat berjalan efektif dan efisien.

Evaluasi dan Pelaporan

Evaluasi merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dalam proses penyuluhan, evaluasi penyuluhan sangat penting untuk mengukur/menilai sejauh mana tingkat keberhasilan kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan.

Hasil kegiatan penyuluhan pertanian yang telah dilaksanakan dilaporkan kepada pimpinan selaku penanggungjawab kegiatan penyuluhan sebagai bahan pengambilan keputusan/kebijakan. Setiap penyuluh pertanian berkewajiban membuat laporan pelaksanaan kegiatan yang telah diselenggarakannya. Laporan tersebut disampaikan setiap bulan, triwulan, semester dan setiap tahun.

LIHAT JUGA  Temuan Senjata Rakitan di Poso Pesisir, Warga Serahkan ke Polisi untuk Diamankan

Tak hanya sebatas fungsi PPL, dalam pemberian bantuan, dipastikan harus diketahui terlebih dulu, siapa saja pihak – pihak yang masuk dalam daftar Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL). Dalam penentuan CPCL tersebut, diperlukan seleksi yang dilakukan oleh berbagai pihak berkompeten.

Bahkan hingga pembentukan tim evaluasi. Dalam penyalurannya pun, tim yang dimaksud akan saling berkoordinasi, agar bantuan itu bisa tiba ke tangan penerima bantuan.

“Terkait persoalan ini, ada tugas dan fungsi yang berjalan kurang baik. Kurangnya koordinasi, bisa menjadi penyebabnya. Harusnya, ada pengawalan serta pengawasan yang diberikan,” ucap Umar, selaku Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi, saat ditemui di Sekretariat DPRD Kabupaten Sigi, Selasa (04/01) siang tadi.

Ditambahkan Umar, secara pribadi, dia belum mengetahui persis masalah ini. Namun, Ia berjanji akan segera mempertanyakan masalah ini kepada Dinas terkait serta melakukan pengecekan lapangan secara langsung.

Untuk itu, Umar mengharapkan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi, harus terus meningkatkan koordinasi bersama pihak Legislatif setempat.

LIHAT JUGA  Menjelang Pindah Tugas, Kapolda Sulteng Gelar Ramah Tamah Demokratis Bersama Jurnalis

“Sekali pun Pemerintah Daerah masih melakukan tahap pengusulan bantuan dari Pusat, kami di legislatif harus mengetahuinya. Agar kami pun dapat mengawasi perjalanan bantuan itu nantinya. Jangan seperti soal ini, tiba tiba dapat info ada bantuan bibit bawang putih yang sudah rusak,” tutur Umar mengakhiri.

( Hasan Tura / Editor : Adrian Yuliansyah).