Dorong Ekonomi Petani, Kades Mapahi Bangun Infrastruktur Jalan Usaha Tani

SIGI, BahanaIndonesia.com – Pemerintah Desa Mapahi, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, melaksanakan pembangunan jalan rabat beton usaha tani guna meningkatkan aksesibilitas petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kades Mapahi, Yermia Koka, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan salah satu program prioritas pemerintah desa dalam mendukung kegiatan pertanian warga. Ia menilai, akses jalan yang baik sangat penting untuk memperlancar mobilitas hasil pertanian menuju pasar dan memperkuat perekonomian desa.

“Pembangunan jalan rabat beton usaha tani ini bertujuan memudahkan warga menuju kebun serta mengangkut hasil panen mereka. Dengan akses yang lebih baik, kami berharap pendapatan petani juga meningkat,” ujar Yermia, Rabu (23/10/2025).

Yermia menjelaskan, proyek pembangunan ini dibiayai melalui Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 tahap pertama. Jalan rabat beton tersebut memiliki panjang sekitar 350 meter, lebar 1 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Ia menambahkan, pekerjaan diperkirakan akan rampung dalam waktu dekat.

Menurut Yermia, selain mempermudah akses petani ke lahan pertanian, keberadaan jalan ini juga diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa serta membuka peluang usaha baru di sektor pertanian dan perkebunan.

LIHAT JUGA  Kajati Sulteng Tinjau Kejari Tolitoli-Buol, Resmikan Mess Adhyaksa dan Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mapahi, Yoris Bati, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, meski sempat mengalami keterlambatan.

“Kami memang menyoroti keterlambatan pekerjaan, namun tetap mengapresiasi karena pembangunan ini melibatkan masyarakat secara langsung dalam bentuk pemberdayaan. Hal ini sesuai dengan prinsip transparansi dan gotong royong dalam pelaksanaan Dana Desa,” kata Yoris.

Pemerintah Desa Mapahi berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan warga, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.

(Hasan Tura)