SIGI, Bahanaindonesia.com – Upaya menjaga warisan leluhur terus digencarkan Pemerintah Desa (Pemdes) Karawana melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Kebudayaan dan Adat Istiadat yang digelar di Kantor Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat nilai-nilai budaya di tengah tantangan modernisasi yang semakin pesat. Pemdes Karawana menilai, edukasi berbasis budaya perlu terus dilakukan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak kehilangan akar identitasnya.
Hadir sebagai pemateri utama, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sigi, Moh. Nawir Dg. Mangala, SE., MM. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan adat dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, pendidikan formal yang diperoleh di sekolah perlu berjalan beriringan dengan pendidikan berbasis adat yang hidup di tengah masyarakat. Keduanya, kata dia, saling melengkapi dalam membangun kepribadian generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki etika, sopan santun, serta rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
Ia menjelaskan, nilai-nilai adat seperti gotong royong, rasa hormat kepada orang tua, kepedulian terhadap lingkungan, serta kearifan lokal lainnya merupakan bagian penting yang tidak selalu diajarkan secara mendalam di ruang kelas formal.
“Kita tidak ingin generasi muda hanya pintar secara teori, tetapi kehilangan arah dalam kehidupan sosialnya. Di sinilah peran adat dan budaya menjadi penyeimbang, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berakhlak,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa derasnya arus globalisasi membawa pengaruh besar terhadap pola pikir dan gaya hidup masyarakat, terutama generasi muda. Jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai lokal, maka dikhawatirkan identitas budaya akan semakin tergerus.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah desa, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam menjaga dan menghidupkan kembali praktik-praktik budaya di kehidupan sehari-hari.
“Kebudayaan tidak boleh hanya berhenti pada seremoni atau acara tertentu saja, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Dengan begitu, nilai-nilai luhur dapat terus hidup dan diwariskan secara alami dari generasi ke generasi,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Dolo, Moh. Ali, S.Pt., yang memberikan apresiasi atas inisiatif Pemdes Karawana dalam mengedukasi masyarakat melalui pendekatan budaya. Menurutnya, pemahaman terhadap adat istiadat dapat menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain unsur pemerintah, sosialisasi ini turut melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perangkat desa. Kehadiran para tokoh adat dinilai penting untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait penerapan nilai-nilai dan hukum adat yang masih relevan dengan kondisi sosial saat ini.
Sementara itu, Kepala Desa Karawana, Abd Rahman, dalam pernyataannya menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mencintai dan menjaga warisan budaya leluhur.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kembali rasa bangga terhadap identitas lokal yang kita miliki. Budaya dan adat bukan sesuatu yang ketinggalan zaman, justru menjadi kekuatan kita sebagai masyarakat yang berkarakter dan berakar,” ujarnya kepada awak media bahanaindonesia.com
Ia juga menambahkan bahwa pelestarian budaya harus dimulai dari lingkungan desa, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat secara aktif.
“Generasi muda hari ini adalah pewaris masa depan. Jika mereka tidak mengenal adat dan budayanya sendiri, maka kita akan kehilangan arah sebagai sebuah komunitas. Karena itu, kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara pemateri dan masyarakat, yang membahas berbagai upaya konkret dalam menjaga situs budaya serta melestarikan tradisi lokal di Desa Karawana.
(Hasan Tura)

























