Transformasi Limbah Sawit Jadi Energi Bersih, PT Nagata Bio Energi Buka Peluang Ekonomi Baru di Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan, Bahanaindonesia.com — Limbah cair sawit yang dahulu sering dipandang sebagai masalah lingkungan kini berubah menjadi solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Fenomena ini terjadi di Desa Suka Damai, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berkat inisiatif dari PT Nagata Bio Energi (NBE), anak perusahaan PT ABM Investama Tbk. Sejak 2015, NBE telah mengembangkan energi terbarukan berbasis limbah organik, khususnya Palm Oil Mill Effluent (POME), untuk mendukung terciptanya ekonomi hijau.

Melalui proyek Sukadamai Biogas Project, NBE mengolah limbah cair sawit menjadi gas metana yang dikonversi menjadi energi listrik bersih. Fasilitas yang berlokasi di Suka Damai ini telah beroperasi komersial sejak Agustus 2020 dengan sistem kemitraan Build-Operate-Transfer (BOT) selama 15 tahun bersama mitra penyedia POME.

Proyek ini berhasil mengolah sekitar 129.331 meter kubik POME setiap tahun dan menghasilkan listrik hijau hingga 30.244 MWh selama tiga tahun, yang disalurkan ke jaringan PLN. Listrik yang dihasilkan disuplai stabil 24 jam, memperkuat kontribusi energi terbarukan pada sistem kelistrikan nasional.

LIHAT JUGA  Kapolda Sulteng Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kenang Karier Berawal dari Humas

Dampak lingkungan dari proyek ini juga sangat signifikan. Dalam kurun waktu 2021 hingga 2023, Sukadamai Biogas Project berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 121.919 ton CO₂e, yang setara dengan emisi tahunan lebih dari 8.000 kendaraan berbahan bakar bensin.

Capaian ini mencapai 82% dari target pengurangan emisi yang ditetapkan sebesar 147.456 ton CO₂e. Pengelolaan limbah sawit dan penggunaan biogas sebagai energi terbarukan berperan penting dalam pencapaian ini, yang diakui dengan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Sistem Registri Nasional (SRN).

NBE juga berperan dalam upaya dekarbonisasi Indonesia dengan bergabung dalam pasar karbon nasional. Pada Februari 2026, perusahaan ini resmi berpartisipasi dalam platform perdagangan karbon IDX Carbon, menjadi pelaku swasta pionir dalam pengembangan kredit karbon berbasis pengelolaan limbah sawit. Partisipasi ini membuka peluang monetisasi pengurangan emisi dan memperkuat ekosistem ekonomi karbon domestik.

Menurut Direktur NBE, Doni Syamsurianto, keberhasilan pengembangan energi terbarukan ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada dampak sosial yang diberikan kepada masyarakat sekitar.

LIHAT JUGA  Kapolda Sulteng Pimpin Apel Siaga Ramadhan 1447 H, Tegaskan Komitmen Jaga Kamtibmas

“Kami ingin memastikan bahwa energi bersih juga memberi manfaat langsung kepada lingkungan dan komunitas lokal. Limbah yang sebelumnya menjadi masalah kini berubah menjadi sumber daya bernilai,” ujarnya, Jumat 27 Februari 2026.

Transformasi limbah menjadi energi bersih ini tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga menyediakan peluang ekonomi baru, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pengembangan industri hijau di tingkat lokal.

Komitmen PT Nagata Bio Energi dalam mengolah limbah sawit sebagai sumber energi telah mendapat apresiasi dengan penghargaan Change the World 2025 dari Fortune Indonesia, atas kontribusinya dalam mendorong transisi energi bersih dan praktik bisnis berkelanjutan.

Ke depan, model pengolahan limbah ini diproyeksikan dapat direplikasi di berbagai wilayah potensial lainnya, memberikan dampak positif lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan, serta mendukung pencapaian target Indonesia menuju net zero emission pada 2060.