oleh

Kasus “Main Mata” Dana BST, Mendapat Tanggapan LSM Seroja Indonesia

TANGERANG – Pemberitaan terkait Pemdes Talok dan PT Pos Indonesia Cabang Tigaraksa membantah tudingan penyelewengan “main mata” dana Bantuan Sosial Tunai (BST) warga Talok, Jumat (23/07/2021), mendapat tanggapan keras ketua LSM Seroja Indonesia, Taslim Wirawan.

Pihaknya sangat menyayangkan klarifikasi itu, kata Taslim, bukan menyelesaikan masalah, malah membuat suasana keruh. Semestinya bantahan itu disertai bukti yang konkrit.

“Kami selaku sosial kontrol mempunyai hak untuk melaksanakan tugas sesuai dengan amanat Undang – Undang, karena ini delik pengaduan bukan temuan. Kami bekerja sesuai dengan apa yang disampaikan masyarakat.

“Tidak apa – apa, kami mempunyai bukti dan pernyataan dari masyarakat, kami telah menelusuri dan mendapatkan bukti dari Kemensos RI, bahwa benar masyarakat yang mengadu kepada kami, masih terdaftar sebagai KPM BST Kemensos RI. Dan harusnya masih mendapatkan hak mereka di bulan Maret – April, tapi kemana uang tersebut, kesal Taslim.

“Disinilah keserakahan timbul yang jelas – jelas hak masyarakat kecil, yang jumlahnya bagi kalian tidak seberapa tapi sangat berarti bagi mereka sebagai penerima manfaat, tetapi masih kalian selewengkan juga.

“Tidak usah bermain dengan data palsu lambat atau cepat semua akan terbongkar. Kami selaku sosial kontrol, akan segera bikin laporan pengaduan ke Kejari Tigaraksa, biar pihak APH yang menindak lanjuti proses hukumnya, ” tegas Taslim Wirawan selaku Ketum LSM Seroja Indonesia kepada awak Media Purna Polri, Sabtu (24/07/2021).

Berikut cerita singkat Taslim dan Abu

Setelah mendengar nama Fatirah yang beralamat di Kp. Ketileng RT 03/01, Desa Talok, Kec. Kresek, Kab. Tangerang dan Santi dengan alamat yang sama dinyatakan telah dicabut.

Kemudian, saya komplain dua kali ke aparatur desa. Pihak desa mengatakan kita cek bareng – bareng ke Kantor Pos.

Kemudian pihak desa (An. Deden) menyampaikan bahwa nama tersebut tidak ada. Akhirnya, saya mengecek langsung ke Kantor Pos Tigaraksa pada hari rabu tanggal 21 juli 2021, satu hari setelah Hari Raya Idul Adha dengan membawa data KPM.

Ternyata, ketika linknya dibuka pihak Kantor Pos menyatakan nama Fatirah dan Santi sudah menerima BST tersebut dengan bukti photo, barcode dan uang. Namun photo yang digunakan adalah photo perangkat desa itu sendiri.

Foto Fatirah menggunakan photo Ketua RW 02 Sidik, sedangkan atas nama Santi, beralamat di Kp. Ketileng RT 03/01, Desa Talok, Kec. Kresek, Kab Tangerang menggunakan photo istrinya Ketua RT 04, yaitu RT Aman,” ujar Abu sebagai anak penerima bantuan kepada awak Media Purna Polri.

Abu menambahkan, setelah berita tayang di Media Purna Polri “Diduga BST Kemensos RI Diselewengkan Oknum Perangkat Desa Talok” pada hari kamis tanggal 22 juli 2021, saya didatangi pihak Pemdes Talok, yaitu Sekdes dan perangkat desanya pada jumat malam tanggal 23 juli 2021, dengan tujuan mengajak musyawarah secara kekeluargaan.

Dan, sebelum berita tayang di Media Purna Polri, Deden membawa sejumlah uang tapi ditolak oleh penerima manfaat, yaitu Fatirah dan Santi.

( Amir Hidayat)

News Feed