1.125 Mahasiswa UIN Datokarama Palu Ikuti Pembekalan KKN Tematik Pertanahan, Moderasi Beragama, dan Desa Cerdas

PALU – Sebanyak 1.125 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanahan, Moderasi Beragama, dan Desa Cerdas Angkatan VI Gelombang II Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium UIN Datokarama Palu, Senin hingga Selasa, 12–13 Oktober 2026, dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Tahir.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor, anggota senat universitas, para dekan, ketua jurusan, dosen pembimbing KKN, serta sejumlah narasumber dari berbagai instansi, termasuk Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan Dinas Pemberdayaan Desa Sulawesi Tengah.

Narasumber dari Kejati Sulteng yang hadir di antaranya Kasipenkum Laode Abd Sofian, S.H., M.H., Kasosbud Abd Harys, S.H., M.H., serta Firdaus, S.H., M.H.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu, Sahran Raden, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembekalan KKN tidak semata-mata menjadi kegiatan administratif sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan.

Menurutnya, pembekalan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu memahami persoalan masyarakat, membangun komunikasi sosial, serta menjalankan program pengabdian secara terarah sesuai dengan tema KKN.

LIHAT JUGA  Ny. Linda Andi Herman Turun Langsung Jualan, IAD Buol Dorong UMKM Makin Berkembang

Sementara itu, Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Tahir, memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa agar mengikuti kegiatan KKN dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, khususnya jajaran Kejati Sulteng, yang telah berkontribusi dalam memberikan pembekalan kepada mahasiswa.

Ia berharap pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan lancar dan sukses, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di lokasi pengabdian.

Rektor juga menyinggung pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung perbaikan tata kelola pertanahan, khususnya terkait sertifikasi tanah wakaf. Melalui pelaksanaan KKN tematik secara berkelanjutan, ia berharap berbagai persoalan yang selama ini menjadi kendala dalam proses sertifikasi tanah wakaf dapat ditangani dengan lebih baik.

Dalam sambutannya, Prof. Lukman turut menyoroti keberagaman mahasiswa yang kini menjadi bagian dari lingkungan akademik UIN Datokarama Palu.

Menurutnya, mahasiswa UIN tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara, di antaranya Yaman, Nigeria, dan Filipina, dengan latar belakang agama yang beragam.

Keberagaman tersebut, kata dia, menjadi kesempatan penting untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, membangun sikap saling menghormati, serta menumbuhkan semangat hidup berdampingan dalam perbedaan.

LIHAT JUGA  LPPM UIN Datokarama Palu Dorong KKN Berbasis Riset dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan moderasi beragama bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadikan UIN tidak hanya ada dalam kata-kata, tetapi hadir dalam kehidupan nyata dengan merangkul keberagaman. Mari kita bersama-sama meneguhkan komitmen untuk menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan,” demikian pesan Rektor kepada para mahasiswa.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan pernyataan resmi pembukaan oleh Rektor, dilanjutkan dengan penyematan pita kepada perwakilan mahasiswa peserta KKN.

Pada sesi materi, Kasipenkum Kejati Sulteng, Laode Abd Sofian, S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai tugas pokok dan fungsi kejaksaan serta sosialisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional yang baru.

Materi tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman mahasiswa mengenai kelembagaan kejaksaan, penegakan hukum, serta perkembangan hukum pidana nasional. Pengetahuan tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa ketika berinteraksi dan melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat.

Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan KKN secara profesional, memperkuat nilai moderasi beragama, serta berkontribusi dalam mendukung pembangunan desa yang cerdas, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

LIHAT JUGA  Kapolda Sulteng Temui Ketua Utama Alkhairaat, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas