Tak Terlihat Tapi Bermakna: 6 Penggali Kubur dan Pengurus Jenazah Diberangkatkan Umroh oleh Kapolda Sulteng

Bahanaindonesia.com – Momen peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun ini terasa berbeda dan menyentuh. Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Dr. Agus Nugroho, memberikan kejutan berupa hadiah umroh gratis kepada enam warga yang selama ini mengabdikan diri sebagai penggali kubur dan pengurus jenazah.

Penghargaan ini diserahkan langsung Kapolda dalam acara syukuran Hari Bhayangkara di Aula Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (1/7). Hadir pula Gubernur Sulteng Dr. Anwar Hafid, Wakapolda Brigjen Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Ketua Bhayangkari Ny. Fera Agus Nugroho, para pejabat utama Polda Sulteng, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Kapolda menyebut bahwa keenam penerima merupakan simbol pengabdian tanpa pamrih. “Mereka adalah para pengabdi sunyi yang bekerja di balik layar. Jasanya besar, meski tak pernah disorot. Hari ini, Polri hadir untuk mengangkat pengabdian mereka,” ujar Irjen Agus.

Enam warga terpilih tersebut adalah Abdul Muis (Gunung Bale, Donggala), Zainuddin Musa (81), pengurus jenazah di Labuan Bajo, Donggala; Anton dari Talise Valangguni, Palu; Asmawati dari Tatura Selatan; Arzam, penyandang disabilitas dari Tinggede Selatan, Sigi; dan Nilawati dari Desa Mpanau, Sigi Biromaru.

LIHAT JUGA  Kapolda Sulteng Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kenang Karier Berawal dari Humas

Proses pemilihan nama-nama tersebut dilakukan melalui pendataan oleh jajaran Bhabinkamtibmas bersama tokoh masyarakat. Kapolda menegaskan, ini adalah bagian dari tema Hari Bhayangkara ke-79: Polri untuk Masyarakat.

Gubernur Anwar Hafid dalam sambutannya mengapresiasi langkah kemanusiaan tersebut. “Ini bentuk nyata bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tapi juga menebar nilai-nilai kepedulian dan penghormatan kepada profesi-profesi senyap yang kerap dilupakan,” ungkapnya.

Acara syukuran ditutup dengan suasana haru ketika nama-nama penerima umroh diumumkan. Sujud syukur dan isak haru mewarnai ruang Pogombo – menggambarkan makna Hari Bhayangkara yang lebih dari sekadar seremoni, tetapi juga kepedulian dan penghormatan pada kemanusiaan.