Ruas Jalan Nasional Ini Memperihatinkan, Satker PJN I : Kami Telah Anggarkan Tahun ini Rp 6 Milyar

TOLITOLI – Ruas jalan nasional melintasi daerah Tolitoli-Buol, Sulteng, tepatnya di Desa Lingadan, kecamatan Dakopamean, menuai sorotan dari warga setempat. Pasalnya, kondisi ruas jalan nasional itu sampai saat ini, Kamis, (25/2), belum diperbaiki pihak BPJN Palu, melalui Satuan Kerja (Satker) wilayah satu.

Bahkan, pihak Satker BPJN wilayah satu dituding melakukan pembiaran terhadap aktivitas penambak udang di wilayah itu. Karena kondisi ruas jalan nasional itu digenangi air dan lumpur akibat aktivitas tambak udang.

Salah seorang warga, Burhan, kepada sejumlah wartawan terhimpun di Persatuan Wartawan/Jurnalis (Pena Sulteng), mengatakan kondisi jalan ini semakin parah akibat hujan dan lumpur aktivitas tambak udang.

“Kondisi jalan ini sangat memprihatikan Rawan kecelakaan pak, jalannya becek, semoga mendapat perhatian pihak balai jalan,” ungkap pria mengaku asli kelahiran Tolitoli itu.

Dia mengatakan, seharusnya pihak Satker BPJN wilayah satu juga memperhatikan aktivitas tambak udang disini, sehingga mereka tidak semuanya merusak ruas jalan nasional.

“Ada tambak udang itu pak, tapi pihak Satker BPJN cuma diam saja,” ungkapnya lagi.

LIHAT JUGA  Polemik Kematian Afif Siraja, Polda Sulteng Tegaskan Penyidik Bekerja Profesional Minta Publik Tak Berspekulasi

Menanggapi laporan itu, Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah I Sulawesi tengah, Dr Andri Irfan Rifai.ST.MT mengatakan pihaknya sangat menyayangkan jika benar kondisinya karena lumpur tambak udang.

Selaku Satker, Irfan juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mendapat konfirmasi atau memberikan izin pihak tambak udang.

“Tidak pernah sama sekali, Silahkan diklarifikasi saja, izin itu pasti ada suratnya,” tegas Irfan dalam chat whatsapnya yang dikirimkan ke media ini (25/2).

Irfan juga mengakui di tahun anggaran 2020 lalu pemeliharaan jalan tersebut tidak dianggarkan. Namun tahun ini (2021) telah dianggarkan dan telah berkontrak.

“2020 tidak ada anggaran kontraktual pemeliharaan, setelah peninjauan, 2021 telah dianggarkan dan sudah berkontrak 9 hari lalu,” sebutnya.

“Nilai anggaran 2021 sebesar Rp.6 miliar setahun untuk 140 km; dari lingadan sampai dengan Malala. Dan sekarang sedang proses persiapan,”tandasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak redaksi belum mendapatkan konfirmasi dari pihak PT Esa Putlii Prakarsa Utama cabang Tolitoli Sulteng, atas luapan lumpur yang merusak jalan itu.

(Iwn)

LIHAT JUGA  Resmob Tompotika Ringkus Pelaku Curanmor di Toili Jaya, Motor Dijual Lewat Facebook