oleh

Kejari Banggai Diterpa Isu Tak Sedap, Polres Benarkan Ada Pelaporan

PALU – Institusi Adhyaksa di wilayah Sulteng kembali diterpa isu tidak sedap. Pasalnya, nama pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai ikut dicatut dalam rekaman via telepon yang diduga mengarah pemerasan kepada salah satu oknum Kadus yang diduga sedang berperkara.

Buntutnya, dugaan indikasi kasus dugaan pemerasan itu telah dilaporkan kepihak Kepolisian Resort (Polres) Banggai, pada Hari Senin tanggal 29 Maret 2021, pukul 14.00 Wita.

“Benar ada laporan tentang pemerasan yang terlapornya dari salah satu oknum wartawan di Kabupaten Banggai,” ungkap Kasubbag Humas Polres Banggai, Iptu Haryadi SH, saat dihubungi Senin, (30/3/2021).

Dalam laporan, waktu kejadiannya pada hari jumat tanggal 17 Maret 2021 sekitar pukul 20.57 Wita. Disini terlapornya berinisial K, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Masnur SH, terlihat belum menanggapi konfirmasi media ini, pada (29/3), terkait dugaan keterlibatan oknum anak buahnya dalam kaitan rekaman telepon yang disimpan Kepala Desa Desa Padang Kabupaten Banggai Sulteng itu.

Dilansir, dari SultimNews.info, dalam pemberitaan (29/3), Kasus dugaan pemerasaan yang terjadi di Desa Padang, Kecamatan Kintom itu telah menyeret nama Kejaksaan Negeri (Kejari) Banggai.

Kasus ini bermula dari dugaan ijazah palsu SMP yang dilakukan oleh Kepala Dusun II Desa Padang, Alimin Damang. Seorang oknum wartawan berinisial KA menghubungi Kepala Desa Padang, Zulkifli B. Sahidah untuk meminta negosiasi kasus untuk ‘atur damai’.

Dalam percakapan 7 menit 12 detik yang direkam via telepon pada Rabu (17/3/2021) sekitar pukul 21.03 Wita, yang direkam oleh Kades Padang itu meminta diut sebesar Rp30 juta agar masalah ini diselesaikan.

Dalam negosiasi itu, oknum wartawan meminta uang DP sebesar Rp10 juta, dan dipaksa untuk diberikan malam itu juga. Namun, Kepala Dusun belum bisa menyahuti permintaan tersebut. Sang oknum wartawan pun memberikan waktu selama sepekan harus menyanggupi permintaan uang sebesar Rp30 juta.

Jika tidak, oknum wartawan mengancam kasus dugaan ijazah palsu itu akan diproses hukum. Dalam rekaman itu juga oknum wartawan membeberkan bahwa uang tersebut nantinya akan digunakan oleh oknum pejabat kejaksaan untuk biaya perjalanan ke Palu. Dan uang itu digunakan untuk menutupi kasus dugaan ijazah palsu.

Masalah dugaan pemerasan ini sudah dilaporkan resmi ke Polres Banggai, Senin (29/3/2021) sekitar pukul 14.00 Wita. “Iya, sudah kami laporkan tadi,” ungkap Kades Padang, Zulkifli B. Sahidah kepada awak media di sekretariat PWI Banggai, tadi sore.

Ketua PWI Banggai Iskandar Djiada menegaskan, PWI tidak pernah membenarkan tindakan seperti itu. “Tidak ada pembelaan apapun terhadap oknum wartawan yang berperilaku seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Banggai, Masnur SH, saat dikonfirmasi via telpon hanya merespon singkat atas dugaan pemerasan yang menyeret oknum pejabat Kejaksaan Negeri Banggai.

“Maaf mas msh sementara pemeriksaan,” kata dia singkat.

Informasi yang mencuat viral digroup Whatsap Forwat Kejati Sulteng ini, terlihat juga telah diketahui pihak Kejati Sulteng.

Pihak Kejati Sulteng yang dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi detail atas hal itu.

Baca Juga : Zona Integritas WBK dan WBBM Menjadi Target Jacob Hendrik sebagai Kajati baru Sulteng

“Kami baru baca infonya dari bapak, Senin besok kami coba hubungi pihak Kejari Banggai,” cetus Inti Astuti, SH, Kasipenkum Kejati Sulteng dibilik telfonnya, (29/3).

(iwn)

News Feed