oleh

Mega Proyek 16 Sekolah Mendapat Sorotan LPHPN Sulteng

PALU – Sejumlah proyek pembangunan gedung sekolah yang melekat pada Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Sulteng kembali menuai sorotan. Kali ini adalah pembangunan 16 (Enam belas) unit gedung sekolah yang ada di wilayah Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah yang dikerjakan oleh PT Bumi Aceh Citra Persada (BACP).

Mega proyek ini terhimpun dalam satu nama proyek pekerjaan Rehabilitasi dan Rekontruksi Fasilitas Pendidikan Dasar Fase 1A. Dengan nilai anggaran Rp.27.841.603.000 (Dua Puluh tujuh milyar, Delapan ratus empat puluh satu juta, Enam ratus tiga ribu rupiah). Dan waktu kerja selama 210 hari (15 September 2020 – 12 April 2021).

Menurut tim investigasi DPP Lembaga Peduli Hukum dan Peduli Pembangunan Nasional (LPHPN) Sulteng, Hasan Tura, bahwa sesuai kontrak pelaksanaan proyek tersebut telah dimulai sejak bulan pertengahan September 2020 lalu. Namun sesuai hasil investigasi dilapangan pada awal februari 2021 kondisi progres realisasi fisik diprakirakan masih berkisar masih 25 – 27 persen.

BACA JUGA : Pasien Covid 19 Kabur lagi, Sekjen LPHPN Minta Walikota Palu Mencopot Plt Direktur RSUD Anutapura

Ia juga memprediksi, jika melihat kondisi dilapangan maka proyek pembangunan 16 unit sekolah tersebut tidak bakal rampung 100 persen sesuai kontrak hingga tanggal 12 April mendatang.

“Jika melihat dari progres dilapangan pada Februari minggu lalu, dari data 16 unit sekolah ini, Kami menilai proyek ini tidak bakal rampung 100 persen sesuai kontrak pada April mendatang. Apalagi, sebagian sekolah baru saja mulai dikerja kami lihat,” urai Hasan, di Palu (24/2).

Hasan juga menyebutkan, berdasarkan data base yang dikumpulkan tim LPHPN diwilayah Kota Palu, Sigi dan Donggala, analisa keterlambatan sejumlah pekerjaan gedung sekolah yang dibiayai dari Bank dunia (Loan Bank) sangat beragam.

“Jadi selain PT BACP mengerjakan proyek 16 sekolah, ada juga proyek pembangunan 19 sekolah yang dikerjakan oleh PT SMI, dan 4 sekolah yang dikerjakan PT WAKI, dalam analisa kami, proyek tersebut tidak bakal rampung hingga April 2021, kecuali ada perpanjangan waktu lagi dari April hingga Juni mendatang,” sebut Hasan.

Baca Juga : Kerjakan Mega Proyek Sekolah di Sulteng, Ternyata Begini Kendala PT SMI di Lapangan

“Saat ini kami lagi mengumpulkan semua data dokumen pekerjaan pembangunan sejumlah proyek sekolah dan proyek lainnya, khususnya di wilayah Palu, Sigi dan Donggala. Jika nantinya sampai batas kontrak bulan April mendatang banyak terbengkalai, maka data ini akan menjadi pelaporan LPHPN ke Jakarta, pada Kementerian PUPR dan untuk dijadikan bahan evaluasi atas sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan di Suleng.

“Dan jika terindikasi adanya kerugian keuangan negara dan konspirasi KKN atas proyek – proyek tersebut, maka akan dilaporkan juga kepada APH di Sulteng, dan ditembuskan ke KPK, Tipikor Mabes Polri dan Kejaksaan Agung di Jakarta,” tandas Pemerhati pembangunan Sulteng itu.

News Feed