Ricuh Sengketa Lahan di Donggala, Polda Sulteng Minta Warga dan PT LTT Tahan Diri

DONGGALA, Bahanaindonesia.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi menyusul kericuhan yang terjadi di Afdeling Kilo PT LTT, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Jumat (6/2/2026).

Insiden yang dipicu sengketa lahan tersebut mengakibatkan sejumlah warga dan karyawan perusahaan mengalami luka-luka. Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Djoko Wienartono, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan keprihatinan atas terjadinya bentrokan fisik antara warga dan pihak perusahaan.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden fisik yang menyebabkan korban luka, baik dari pihak masyarakat maupun karyawan perusahaan. Kami mengimbau seluruh pihak, khususnya Aliansi Masyarakat Desa Towiora dan PT LTT, untuk menahan diri serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi,” ujar Djoko, Jumat (6/2/2026).

Ia menegaskan, saat ini personel Polres Donggala telah diterjunkan ke lokasi guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif. Selain itu, Polda Sulteng juga menyiagakan personel cadangan dari Satuan Brimob dan Samapta sebagai langkah antisipasi apabila terjadi eskalasi lanjutan.

LIHAT JUGA  Kajati Sulteng Nuzul Rahmat Rangkul Media, Tekankan Sinergi dan Peran Edukasi Hukum

“Negara hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Polda Sulteng tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan anarkis yang melanggar hukum,” tegasnya.

Djoko menilai sengketa lahan merupakan persoalan kompleks yang tidak dapat diselesaikan melalui kekerasan. Oleh karena itu, pihak kepolisian mendorong penyelesaian melalui mekanisme dialog dan jalur administratif.

“Sengketa lahan harus diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan kekerasan. Kapolres Donggala telah berkoordinasi secara intensif dengan Bupati Donggala serta Satgas PKA (Penanganan Konflik Agraria) untuk mempercepat proses mediasi,” jelasnya.

Polda Sulteng juga memastikan penanganan terhadap para korban menjadi perhatian utama. Seluruh korban luka, baik dari pihak warga maupun perusahaan, telah mendapatkan perawatan medis.

Selain itu, Djoko mengajak para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk turut berperan aktif menenangkan situasi serta mengimbau warga kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Donggala dan perbatasan Pasangkayu.

“Mari kita jaga kedamaian di Bumi Tadulako. Kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi dalam menyelesaikan sengketa lahan,” pungkasnya.

LIHAT JUGA  Rekrutmen Polri 2026 di Sulteng Dikawal Ketat, Kapolda Tegaskan Anti Calo dan Titip Nama