Bahanaindonesia.com – Anggota DPR RI dapil Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs.H. Anwar Hafid, MSi kembali melakukan reses. Kali ini Kota Palu, tepatnya di lapangan bola kelurahan Besusu Tengah kecamatan Mantikulore, Sabtu (26/2/2022).
Anwar Hafid yang biasa disapa AH mendengarkan langsung masukan dan cuitan warga Palu mulai dari persoalan sengketa tanah di jalan S Parman. Palu, pemenuhan simbol Asmaul Husnah di kawasan religi Sis Aljufrie hingga rencana kegiatan pemuda di remaja mesjid dan karang Taruna.
Aco (40) salah seorang warga Palu dihadapan AH ditemani pengurus DPD partai Demokrat dan Camat Mantikulore serta Lurah Besusu Tengah mengungkapkan, dirinya harus membuka kasus sengketa tanah di depan AH karena sudah lama bersengketa dan tidak ada penyelesaian. Kata Aci, tanah lapangan bola ini adalah tanah keluarganya yang hingga saat ini masih bermasalah.

“Tolong pak Anwar, kami tidak menemukan keadilan sampai saat ini. Kami sudah berupaya agar tanah kami ini diakui Pemerintah. Hanya bapak yang bisa membantu kami,” ucap Aco.
Mendengar itu, AH menyampaikan akan mencari tahu dimana akar masalah hingga status tanah ini terang benderang.
“Saya akan berkoordinasi dengan Pemerintah setempat mencari akar masalah agar ada solusi. Sudah banyak laporan warga terkait sengketa tanah di seluruh Indonesia yang saya terima. Olehnya beri saya waktu untuk berkoordinasi dengan Pemerintah setempat dan pihak BPN,” tutur anggota komisi II DPR RI itu.
Dalam reses yang dihadiri ratusan warga Besusu, AH juga tak lupa menghimbau agar warga kota Palu terus menjaga kesehatan dengan cara mematuhi protokol kesehatan agar tidak terkena virus Omicron.
“Dari laporan Pak Camat, warga di Besusu masih 75 persen yang sudah di vaksin. Olehnya, mari kita bersama-sama mencegah virus ini dengan jalan vaksinasi,” ujar AH.
Usai mendengar masukan warga, AH menutup pertemuan dengan menyanyikan lagu Kaili karyanya sendiri diiringi musik elektone.
Dijadwalkan, Reses AH di Sulteng hari Minggu (27/2) di Pantai Barat Desa Lombonga Kabupaten Donggala, kemudian lanjut ke Kabupaten Parigi Moutong dan Morowali
Diketahui, AH tiba di Palu pada pukul 06.20 Wita. Langsung sarapan ngopi bersama ratusan warga penikmat Kopi diwarkop Sudimari 2 jalan mesjid Raya.







Anwar Hafid (AH) masuk warung kopi ? Mungkin tidak lazim bagi sosok AH yang saban hari di Senayan berkutat rapat-rapat, menjadi “peluncur” demokrat yang selalu berteriak kepentingan rakyat. Tapi pagi itu, Sabtu (26/2/2022) di warkop Sudimari 2 Palu, AH tampil keren. Berkemeja hitam layaknya anak muda. Duduk santuy di antara deretan kabinetnya di DPD Demokrat Sulteng dan puluhan penikmat kopi pagi itu.
Tentu AH ingin membunuh imajinasi orang bahwa ia alergi warkop. AH tidak hanya berada di ruang-ruang AC dan mimbar masjid. AH sangat menikmati seduhan kopi robusta dipadu susu putih.
Lebih nikmat lagi, tegukan kopi susu AH dibarengi dengan sajian pisang rebus masuk di tenggorokannya. AH memang tinggal di kota, tetapi pisang rebus menjadi sajian favoritnya.
Di sela AH ngopi bareng, ada beberapa suara pengunjung yang berteriak: AH GUBERNUR 2024, “BUNGKUS” . Teriakan itu berulang-ulang disebutkan. Mendengar itu, AH melempar senyum. In syaa Allah teriakan itu adalah doa.
(bakomstra PD Sulteng)




























