Polemik Dana Desa Tompi Bugis, Polres Sigi : Saat ini Sudah Ditangani Unit Tipikor

“Ini sudah tahun 2021, saat kami tanyakan apa alasannya, mereka (Pemdes, red) pun tidak mengetahuinya. Anehnya, Desa lainnya yang berada Kecamatan Kulawi Selatan, sudah membagikan BLT kepada warganya,” kesal warga itu, sembari menambahkan, agar aparat penegak hukum Kepolisian atau Kejaksaan untuk mengusut kejelasan dana tersebut.

Hal ini dibenarkan Bahrudin selaku Sekdes Tompi Bugis saat ditemui awak media ini (17/1)

“Memang benar, sebanyak 76 KK belum menerima bantuan langsung tunai atau BLT dana desa (DD), padahal dana tersebut sudah cair sejak bulan Mei 2020, namun sampai sekarang belum dibagikan kepada warga,”Ungkap Bahrudin (17/1).

Bahrudin pun tidak mengerti atas alasan belum dibagikannya dana itu. “Saya tidak dilibatkan dalam permasalahan itu sehingga tidak banyak ketahui,” jawabnya.

Selain Dana BLT terdapat pula sejumlah kegiatan yang direncanakan bersama dalam APBDES 2020, sama sekali belum terlaksana, yakni :

  1. Bidang Kepemudaan dan Olah Raga, yakni pembangunan tribun lapangan sepak bola senilai Rp 303.707.500,-
  2. Pembinaan Kemasyarakatan senilai Rp 17.440.000,-
  3. Honor anggota BPD 2 orang x Rp 6000.000,- (= Rp 12.000.000,-)
  4. Bantuan langsung tunai (BLT) Rp 300.000,- dikalikan 76 KK (= Rp 22.800.000,-)
  5. Kegiatan Ketua LPM 1 tahun Rp 1.500.000,- .
LIHAT JUGA  Ops Pekat I Tinombala 2026, Polda Sulteng Razia Pedagang Petasan di Palu

“Jadi total keseluruhan anggaran yang belum dilaksanakan sebanyak Rp 357.447.500,-” Imbuh Sekdes merinci.

Usut perusut, ternyata Rosmiati selaku bendahara Desa Tompi Bugis mengaku uang Desa yang dikelolahnya sejak akhir bulan Desember 2020 sudah kosong.

“Kalau sampai saat ini uang sama saya (Bendahara) sudah tidak ada, terakhir kemarin bulan Desember disalurkan untuk pembayaran honor perangkat desa dan petugas yang digaji oleh desa, kurang lebih Rp 100 juta lebih,” ungkapnya kepada redaksi bahanaindonesia.com saat dihubungi (2/2/2021).

Dari bilik telfon gengamnya Rosmiati menjelaskan, dalam setiap pencairan uang dari Bank, tidak sepenuhnya menyimpan dan mengelola uang Desa. Sebagian lainnya disimpan dan dikuasai Pj Kades.

“Itu tadi yang saya bilang pak, yang kelola uang pak sebagian kades, jadi saya pegang uang yang untuk BLT dan kegiatan kecil – kecil oprasional saja,” Ungkap wanita yang dikenal dengan sapaan Ana ini.

Baca Juga : Tragedi Lemban Tongoa, Kapolres Sigi Berharap Masyarakat Tetap Tenang dan Tidak Terprovokasi

Ia juga tak menampik, bahkan membenarkan pernyataan Bahrudin, Sekdes Tompi Bugis dalam pemberitaan sebelumnya yang ditayangkan bahanaindonesia.com pada 19 Januari 2021 yang lalu, tentang 5 item kegiatan yang belum dilaksanakan dan terbayarkan.

LIHAT JUGA  Polri Buka Rekrutmen 2026, Polda Sulteng Ajak Putra-Putri Terbaik Daftar Akpol, Bintara dan Tamtama

Namun kata Rosmiati, dari 5 item tersebut ada 2 kegiatan yang telah diselesaikan pada 19 Januari 2021.

“Betul itu apa yang dibilang Sekdes, tapi kalau untuk honor BPD sudah dibayarkan pada tanggal 19 Januari 2021, kemarin, setelah ada pemberitaan Sekdes itu, pak kades menemui saya dan memberikan uang untuk membayar sisa honor anggota BPD dan LPM, jumlahnya Rp.16, 500.000 ( Enam belas juta lima ratus ribu rupiah). Jadi untuk honor BPD dan LPM semua sudah dibayarkan,” urainya.

“Jadi sisa yang lain yang belum dilaksanakan sisa dana BLT, Tribun, dan Pembinaan Kemasyarakatan,” Imbuhnya.

(Hasan/Bams)