Penuh Haru, Kajati Sulteng Nuzul Rahmat Pamit dan Terima Cenderamata Forkopimda

PALU, Bahanaindonesia.com – Suasana haru menyelimuti acara pengantar tugas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat, SH., MH., yang berlangsung di Gedung Sriti Kota palu, Minggu malam (26/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Anleg DPR RI dapil Sulteng, Drs Longky Djanggola, Muhidin Said, Sarifuddin Sudding. Pangdam XXIII/PW, Rektor Untad, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Mantan Gubernur Rusdy Mastura, para Bupati, jajaran Kejaksaan dan IAD se-Sulawesi Tengah, LSM, Organisasi Pers, serta Insan pers media cetak dan online.

Hal ini menjadi momen perpisahan penuh kesan atas pengabdian Nuzul Rahmat selama bertugas di Bumi Tadulako.

Dalam kesempatan tersebut, Nuzul Rahmat bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Sulawesi Tengah, Mila Rahmat, resmi berpamitan setelah kurang lebih sembilan bulan mengemban amanah sebagai Kajati Sulteng.

Dalam sambutannya, Kajati Sulteng Nuzul Rahmat menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama di Sulawesi Tengah.

Ia mengaku, masa tugas kurang lebih sembilan bulan di Bumi Tadulako merupakan periode yang singkat namun sangat berkesan, karena diwarnai dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat antara Kejaksaan, pemerintah daerah, dan Forkopimda.

“Kurang lebih sembilan bulan saya bertugas di Sulawesi Tengah. Waktu yang singkat, tetapi sangat bermakna karena diisi dengan kebersamaan, sinergi, dan kerja sama yang sangat baik,” ujar Nuzul Rahmat.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, para Asisten, serta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) se-Sulawesi Tengah atas dedikasi, loyalitas, dan kerja sama yang telah terjalin selama ini.

LIHAT JUGA  Kejagung Rombak 53 Pejabat, Kajati Sulteng, Sulsel, Sulbar dan Sultra Ikut Bergeser

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pejabat Asisten di Kejati Sulteng dan para Kajari se-Sulawesi Tengah atas dedikasi, loyalitas, dan kerja sama yang luar biasa selama ini,” katanya.

Menurutnya, berbagai capaian yang diraih selama masa tugas tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh jajaran Kejaksaan yang senantiasa menjaga profesionalisme dan integritas dalam penegakan hukum serta dukungan kuat Forkopimda dan Pemerintah daerah.

Nuzul Rahmat juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan atau hal-hal yang kurang berkenan.

“Saya dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama bertugas di Sulawesi Tengah terdapat kekurangan,” tuturnya.

Acara ini juga menjadi momentum penghormatan atas dedikasi Nuzul Rahmat yang mendapat penugasan baru di Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Nomor 488 Tahun 2026.

Nuzul Rahmat dipercaya menduduki jabatan sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI di Jakarta. Posisi Kajati akan diisi oleh Zullikar Tanjung, SH, MH., yang sebelumnya menjabat Direktur B pada JAM Pidum Kejagung sekaligus pernah menjadi Wakajati Sulteng.

Selain Nuzul Rahmat, terdapat 13 Kepala Kejaksaan Tinggi lainnya yang turut mengalami promosi jabatan, di antaranya Kajati Sulawesi Selatan, Kajati Sulawesi Barat, dan Kajati Sulawesi Tenggara.

LIHAT JUGA  Ada Perdamaian Keluarga, Kasus Laka Lantas Maut di Sigi Diselesaikan Lewat RJ

Gubernur Sulteng: Kajati Sosok Saudara dan Penggagas Sinergi Forkopimda

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi Kajati Nuzul Rahmat selama bertugas di daerah tersebut.

“Malam ini kita semua hadir di sini dengan perasaan bercampur haru dalam acara perpisahan ini,” ujar Anwar Hafid.

Ia menegaskan, hubungan yang terjalin dengan Nuzul Rahmat tidak hanya sebatas mitra kerja formal, melainkan sudah seperti saudara yang saling mengingatkan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Beliau bukan hanya mitra dalam forum koordinasi pimpinan daerah, tapi juga seperti saudara. Saya sering diingatkan, ‘Pak Gubernur hati-hati’. Orang yang suka mengingatkan dan menasihati kita, itulah saudara kita,” ungkapnya.

Anwar Hafid bahkan mengaku berat melepas kepergian Nuzul Rahmat dan berharap agar tidak segera meninggalkan Sulteng.

“Kalau bisa kita minta, jangan dulu pindah. Beliau juga sangat akrab dengan para bupati,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur menyebut Nuzul Rahmat sebagai penggagas berbagai forum strategis Forkopimda, termasuk pertemuan rutin yang digelar secara bergiliran di daerah serta rapat koordinasi program prioritas nasional Asta Cita di Presiden di Sulawesi Tengah.

“Beliaulah yang menggagas pertemuan rutin membahas program Asta Cita, bahkan beliau yang menunjuk saya sebagai ‘ketua kelas’,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah gagasan kreatif Nuzul Rahmat dalam mempererat hubungan antarpemangku kepentingan, termasuk konsep simbolik “3D” (domino, domba, durian) yang menjadi bagian dari pendekatan kebersamaan Forkopimda.

LIHAT JUGA  UIN Datokarama Jadwalkan Empat Agenda Strategis, Perkuat Peran Akademik dan Nasional

Menurutnya, kebersamaan selama ini terasa singkat, namun sangat bermakna bagi pembangunan daerah dan soliditas Forkopimda di Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah, selama keberadaan beliau di Sulteng banyak hal yang diberikan, baik kepada daerah maupun sesama Forkopimda,” katanya.

Di akhir sambutan, Anwar Hafid menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Nuzul Rahmat beserta keluarga, sekaligus berharap hubungan emosional dan komunikasi tetap terjaga meski telah bertugas di tingkat pusat.

“Beliau punya ikatan historis yang kuat dengan Sulteng, pernah menjalani masa kecil di Palu. Dengan ikatan emosional itu, beliau banyak mencurahkan perhatian untuk daerah ini,” ujarnya.

Anwar Hafid juga menyampaikan permohonan maaf jika selama kebersamaan terdapat hal yang kurang berkenan. Ia memastikan komunikasi dan konsultasi akan tetap terjalin meskipun Nuzul Rahmat telah berpindah tugas.

“Insya Allah tugas-tugas kita tetap dalam pantauan beliau,” pungkasnya.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Kajati Sulteng Nuzul Rahmat dari unsur Forkopimda Sulteng, para bupati, serta para Kepala Kejaksaan Negeri sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya.

Suasana semakin haru saat seluruh tamu undangan melakukan sesi foto bersama, menandai berakhirnya masa tugas Nuzul Rahmat di Sulteng sebelum melanjutkan pengabdian di Kejaksaan Agung RI.