Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Kajati Sulteng Ikuti Arahan JAM Intelijen soal Kesiapsiagaan Kejaksaan

PALU, Bahanaindonesia.com – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah Nuzul Rahmat R, S.H., M.H. beserta jajaran mengikuti pengarahan Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intelijen) Prof. Dr. Reda Manthovani secara virtual, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka persiapan menyambut perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.

Pengarahan tersebut diikuti oleh jajaran bidang intelijen kejaksaan dari seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan institusi dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan.

Dalam arahannya, JAM Intelijen menekankan sejumlah aspek penting yang perlu menjadi perhatian seluruh jajaran kejaksaan, khususnya terkait pelaksanaan cuti bersama hari raya keagamaan. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah memastikan pelayanan hukum kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.

Ia juga mengingatkan agar seluruh satuan kerja melakukan pengecekan ulang terhadap penanganan perkara yang sedang berjalan, seperti penelitian berkas perkara maupun masa penahanan, guna menghindari kekeliruan administratif selama masa libur dan cuti bersama.

Selain itu, pengamanan barang bukti dan tahanan turut menjadi perhatian penting. Seluruh satuan kerja diinstruksikan untuk menjaga keamanan dan integritas barang bukti agar tidak terjadi penyalahgunaan selama masa libur.

LIHAT JUGA  Polsek Mori Atas Berbagi Takjil dengan Santri TPQ dan Jemaah Masjid di Pambarea

Pengawasan internal juga ditekankan dalam pengarahan tersebut. Para pimpinan satuan kerja diminta meningkatkan pengawasan terhadap perilaku pegawai guna memastikan seluruh aparat kejaksaan tetap menjaga disiplin, profesionalitas, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan pentingnya menjaga citra institusi. Aparat kejaksaan diharapkan mampu menjaga sikap, gaya hidup, serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Selain itu, seluruh satuan kerja diminta melakukan pengecekan keamanan kantor, termasuk rumah dinas dan kendaraan dinas, guna memastikan seluruh aset negara tetap dalam kondisi aman selama masa libur hari raya.

JAM Intelijen juga mengingatkan pentingnya memperkuat nilai moral dan spiritual sebagai bagian dari reformasi birokrasi di lingkungan kejaksaan. Momentum hari raya diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan integritas, kejujuran, serta komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, jajaran intelijen kejaksaan juga diminta memberikan perhatian khusus terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat menjelang hari raya. Beberapa hal yang menjadi fokus pemantauan antara lain stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, potensi penimbunan barang kebutuhan pokok, serta praktik spekulasi harga dan kartel pangan.

LIHAT JUGA  Transformasi Limbah Sawit Jadi Energi Bersih, PT Nagata Bio Energi Buka Peluang Ekonomi Baru di Kalimantan Selatan

Koordinasi lintas instansi juga perlu ditingkatkan, terutama terkait pengamanan rumah ibadah dan pusat-pusat keramaian yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat menjelang hari raya. Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap pengamanan objek vital dan fasilitas publik seperti bandara, pelabuhan, stasiun, SPBU, serta jalur transportasi utama.

Melalui kegiatan tersebut, Kajati Sulteng Nuzul Rahmat R menegaskan komitmen jajarannya untuk melaksanakan seluruh arahan pimpinan dengan penuh tanggung jawab, demi menjaga stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, serta memastikan pelayanan hukum tetap berjalan dengan baik.

Momentum hari raya keagamaan tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh insan kejaksaan untuk terus memperkuat integritas, menjaga profesionalitas, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.