Guru Ini Gadai Laptop Sekolah ke Kades, Saat di Tebus Raib

Bahanaindonesia.com – Nasib sial menerpah seorang guru sekolah di Kabupaten Sigi, pasalnya laptop sekolah yang dititipkannya sebagai jaminan pinjaman uang (Gadai) kepada seorang Kades hingga kini laptop tersebut raib entah kemana.

BERIKUT ALKISAHNYA..

“Di Bulan November 2021 lalu, saya dapat kabar duka, Adik Papa saya (Bude,red) yang berada di Pantai Barat (Donggala,red) meninggal dunia. Saat itu, saya sama sekali tidak punya uang, untuk pergi ke rumah duka Bude. Dan terpaksa, saya harus mencari pinjaman dana sekurangnya Rp 500 ribu. Karena saya sulit mendapat pinjaman dan kala itu mendesak, akhirnya saya meminta bantuan Kepala Desa, pinjam uang padanya,” Kata Joni SPd, salah seorang guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wisolo yang berada di Kecamatan Dolo Selatan, Kabupateb Sigi.

Alih – alih memberi pinjaman Kepala Desa (Kades) Wisolo, Muh Amin, lantas meminta jaminan barang atas pinjaman dana yang dibutuhkan oleh Joni. Akhirnya, disepakati satu unit Laptop bermerk Accer menjadi anggunan/jaminan sampai dengan batas waktu hingga Januari 2022.

LIHAT JUGA  Ricuh Sengketa Lahan di Donggala, Polda Sulteng Minta Warga dan PT LTT Tahan Diri

Selisih beberapa hari kemudian, Joni pun kembali mendatangi Kades untuk menebus Laptop tersebut. Namun, Laptop itu sudah tak lagi ada di tangan Kades.

Joni yang diketahui mengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) itu lalu emosi pada Kades, hingga memukulinya.

“Saya rasa dipermainkan Pak. Belum lewat waktu kesepakatan, saya sudah mau tebus Laptop itu, tapi katanya Anaknya bawa ke Palu sudah di jual di Pasar Inpres. Saya pikir itu sekedar alasan, karena saya bawa uang pas Rp 500 ribu.

“Jadi bulan depannya, saya siapkan Rp 600 ribu, yang mana Rp 100 ribunya sebagai ucapan terima kasih. Begitu datang lagi, katanya anaknya sudah jual di Poso. Saya emosi, lalu saya pukul Pak Kades itu” ungkap dia, sembari menambahkan, akibat pemukulan itu, terpaksa Ia harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Dolo.

Cerita yang dirunutkan oleh Joni tersebut, turut dibenarkan oleh Kepala SDN Wisolo, Taswin Djamaluddin SPd.

Pasalnya, Kepsek Taswin sangat berharap agar Laptop itu bisa segera kembali kepada pihak sekolah.

LIHAT JUGA  Banjir Landa Palu dan Donggala, Azwar Anas: Ini Bukan Sekadar Bencana Alam, Ada Kerusakan Lingkungan

“Itu bantuan dari Yayasan yang pada tahun 2021 lalu. Kami sangat butuhkan data – data terkait sekolah dalam file Laptop tersebut. Apalagi di sekolah dianjurkan memberikan mata pelajaran dengan model Daring atau luring tentunya harus memakai Lpptop, sementara hanya itu Laptop yang kami miliki.

“Kalau ada pemeriksaan saya yang kena, sebab itu aset milik sekolah,”kata Kepsek, sembari meminta agar Joni serta Kades Wisolo, untuk segera mengembalikan Laptop milik sekolahnya.

Persoalan ini pun turut menyita perhatian pihak Komite Sekolah. Dimana, atas kejadian tersebut, sangat dinilai mengganggu kelancaran aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Sementara itu, Kades Wisolo yang dikonfirmasi tentang hal ini, belum dapat ditemui. Sebanyak tiga kali tim Bahana Indonesia, berupaya untuk menemuinya langsung, selalu tak berada di tempat, baik di rumah maupun di kantornya.

(Hasan Tura/Editor : A.Yuliansyah)