oleh

Dugaan Kerugian Keuangan Negara Lahan Lalove Terkuak, 2,4 Milliar Dinilai Total Loss

PALU – Setelah sebulan penuh, alhasil perhitungan kerugian Negara atas kasus dugaan korupsi dalam pembebasan lahan dan rumah di Jalan Anoa untuk pembangunan Jembatan Lalove atau Jembatan V, Tahun 2018, terkuak dengan angka fantastis yakni senilai Rp2,4 miliar.

Hasil perhitungan kerugian negara tersebut dilakukan auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu, Hartawi SH mengatakan, hasil perhitungan kerugian Negara dilakukan audit BPKP Nomor SR-2/PW19/5/2021 senilai Rp 2,4 miliar.

Ia mengatakan, jumlah uang Negara dibayarkan, kepada tersangka NN tanah seluas 379 m2 (30m2+349m2) dan bangunan seluas 286, 25 m2 sebesar Rp 2,6 miliar.

Padahal kata dia, seharusnya jumlah dibayarkan kepada tersangka NN sesuai kebutuhan pelebaran Jalan Anoa seluas 30 m2 (2m x 15m) sebesar Rp 142,4 juta, hingga jumlah kerugian negara Rp 2,4 miliar.

“Sehingga kerugian Rp 2,4 miliar tersebut total loss,” ungkap Hartawi didampingi Kepala Seksi Inteljen (Kejari) Palu, Greafik Loserte SH, di ruang pressroom Kejari Palu, Jalan Moh. Yamin, Kota Palu, Jumat (9/4/2021).

News Feed