Dikonfirmasi Proyek Huntap 1 B, Kabalai BP2P Sulawesi II, Enggan Berkomentar..?

PALU – Pasca peristiwa bencana gempabumi, Tsunami dan Likuefaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah 2018 silam, Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan terus melakukan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat penyintas bencana di Sulteng.

Diketahui, penyintas bencana Kota Palu, Sigi dan donggala adalah target utama pembangunan Huntap ini.

Pembangunan Huntap A1, sebanyak 630 unit Huntap telah selesai dibangun oleh Kementerian PUPR selama tahun 2020, tersebar di kelurahan Duyu kota Palu, dan Desa Pombewe Kabupaten Sigi, melalui bantuan loand (Bank dunia ) senilai Rp44,5 milyar.

Tak berhenti di huntap tahap A1, Kementerian PUPR melalui Ditjen perumahan kembali melanjutkan pembangunan huntap tahap 1B sebanyak 1.005 unit di wilayah Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulteng.

Adapun anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan huntap tahap 1B sebesar Rp 110 miliar atau tepatnya Rp 110,07 miliar.

Pembangunan huntap tahap 1B ini ditandai dengan penandatanganan kontrak paket huntap pasca-bencana Sulawesi Tengah beserta prasarana dasar kavling unit oleh Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk selaku kontaktor pelaksana.

LIHAT JUGA  Dari Infrastruktur hingga Baksos, Kunker Kapolda Sulteng di Banggai Penuh Agenda Strategis

Informasi yang dihimpun media ini, dari jumlah 1.005 unit yang ditargetkan di tiga daerah terdampak Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulteng, hingga kini belum sepenuhnya terbangun. Bahkan beberapa titik lokasi desa yang menjadi target belum tersentuh. diantaranya Desa Ganti Kabupaten Donggala dan sejumlah desa lainnya di kabupaten Sigi.

Baca Juga : Proyek 3 Sekolah di Talise belum Dikerjakan, PT Wika : 3 Lokasi Sekolah Ini Menunggu Izin, Simak Ulasannya

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Wilayah Sulawesi II Suko Wiyono, yang coba dikonfirmasi awak media ini atas pelaksanaan huntap 1B tersebut terkesan menutup diri, saat ditemui dikantornya di Palu, meskipun daftar tamu kunjungan telah disampaikan satpam kepada orang nomor satu di balai perumahan Sulteng ini, pada Jumat (26/2).

Kembali dikonfirmasi melalui kontak 0812 8293 xxxxx whatsap, pria separuh baya ini kembali enggan menjawab telfon dan pesan pertanyaan redaksi media ini.

Hingga berita ditayangkan malam ini pihak redaksi pun belum mendapat balasan konfirmasi jelas dari pihak BP2P sulawesi II atas kendala keterlambatan proyek hunian tetap paket 1B tersebut.

LIHAT JUGA  Peduli Warga Kurang Mampu, Polsek Lore Utara dan Bhayangkari Gelar Sunatan Massal di Poso

(iwn)