Kunjungi Bawaslu Sulteng, Komda Pemuda Katolik Sampaikan Hal Ini

Bahanaindonesia.com – Pengurus Komisariat Daerah (KOMDA) Pemuda Katolik Sulawesi Tengah (Sulteng) bertandang ke Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulteng pada Selasa (15/02) pagi tadi.

“Ini merupakan silaturahmi pertama dengan Bawaslu Provinsi Sulteng pasca kami dilantik sebagai pengurus KOMDA Pemuda Katolik Sulteng periode 2021-2024,” kata Ketua Pemuda Katolik Sulteng, Agustinus Salut kepada media ini.

Gusty sapannya, mengatakan, silaturahmi ini merupakan langkah awal membangun jejaring dan kemitraan dengan lembaga penyelenggara Pemilu. Pasalnya, sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang diakui oleh Negara tentunya Pemuda Katolik mempunyai tanggung jawab moril untuk melahirkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang berkaulitas, dan mensuksesan Pemilu serentak yang akan di selenggarakan pada tahun 2024.

Sehingga, pemilu berkualitas akan terwujud apabila semua kalangan masyarakat berpartisipasi aktif dalam mengawasi proses Pemilu mulai dari awal sampai pada proses penetapan hasil.

“Meskipun terkadang, masyarakat juga tidak mengetahui apa saja yang masuk kategori pelanggaran Pemilu, dan walaupun mengetahui adanya pelangaran Pemilu, namun bingung mau lapor dimana dan kepada siapa.

LIHAT JUGA  Turun ke Ladang, Kapolsek Sausu Pimpin Panen Jagung Binaan Polri di Parigi Moutong

“Nah, inilah peran kita sebagai organisasi pemuda berkolaborasi dengan Bawaslu untuk menjelaskan kepada para pemilih. Silaturahmi ini merupakan langkah awal bergerak bersama membantu penyelenggara Pemilu untuk melahirkan Pemilu berkaulitas dan bermartabat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Sulteng, Jamrin memberikan apresiasi kepada Pemuda Katolik yang berinisiatif atas kunjungan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemuda Katolik Sulteng. Begitu kami menerima surat audiensi, langsung kami memberikan konfirmasi segera agendakan untuk menerima kunjungan Pengurus Pemuda Katolik Sulteng hari ini,” tuturnya.

Jamrin menjelaskan tugas Bawaslu kepada pengurus Pemuda Katolik, dan mengharapkan Pemuda Katolik bisa terlibat dalam pengawasan Pemilu dan Pilkada yang diselenggarakan pada tahun yang sama di tahun 2024 mendatang.

“Peran masyarakat sangat penting melahirkan pemilu yang berkualitas. Bahwasannya, politik uang masih menjadi momok atau ancaman bagi demokrasi kita saat ini. Dengan politik uang hilang rasionalitas pemilih dan tentunya harga diri Pemilih tergadai dengan sejumlah uang, yang nilainya bisa Rp50 ribu atau Rp100 ribu,” Kata Jamrin.

LIHAT JUGA  Jaga Warisan Leluhur, Pemdes Karawana Edukasi Warga Lewat Sosialisasi Kebudayaan

Selain itu, yang perlu diawasi juga adalah kelompok yang sering menggunakan issu Suku, Agama, Ras dan Adat istiadat (SARA). Olehnya, perlu ada peran serta tokoh agama, dan Forum Kerukunan Umat Berama (FKUB), dari seluruh unsur agama.

“Kami memberikan apresiasi dan terimakasih kepada teman-teman Pemuda Katolik. Ke depan kami libatkan teman-teman untuk kegiatan Bawaslu, dan kalau ada kegiatan di Pemuda Katolik hadirkan kami untuk menjelaskan tentang pengawasan pemilu dikalangan umat Katolik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, turut hadir Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan, Valentino Jeraman, Ketua Bidang Advokasi Hukum dan HAM, Benyamin Sunjaya dan Dewan Penasihat KOMDA Sulteng, Dr. Jimmy Dumanaw. Pada kesempatan itu, Komda menyerahkan draf perjanjian kerja sama (MoU,red) kepada pihak Bawaslu Sulteng.

(Adrian Yuliansyah)