Warga Desak Walikota, DPRD dan Aparat Hukum Bertindak
Bahanaindonesia.com – Sejumlah pembangunan proyek konstruksi di wilayah kerja Kota Palu di penghujung Tahun 2021, yang dikendalikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, menuai kritikan keras dari sejumlah kalangan masyarakat. Khususnya dalam proyek Rehabilitasi Kawasan Jalan Besusu Barat senilai Rp 6.240.280.000,- yang dikerjakan oleh PT Cahaya Mitra Nusantara (CMN) hingga kini belum terselesaikan.
Dari amatan Media Bahana Indonesia secara langsung di beberapa titik pengerjaan proyek tersebut, nampak tumpukan sisa material galian drainase masih berserakan di sepanjang bahu jalan Suharso, Kelurahan Besusu Barat.
Mustamin, salah seorang masyarakat di kawasan Besusu Barat kepada Bahana Indonesia, Ahad (14/02) kemarin, keluhkan tidak dilanjutkannya galian drainase di depan toko miliknya.



“Mereka hanya gali saja pak. Habis itu dibiarkan saja seperti ini. Kami warga di sini sepakat untuk membuat laporan kepada Walikota. Ini sangat mengganggu kami pak, kami minta walikota, dprd, bahkan aparat hukum bertindak,” kesal warga.
Masih di wilayah yang sama, Jefri warga lainnya, turut layangkan protes akibat tidak terpasangnya penutup drainase hampir di seluruh/sepanjang jalan Suharso.
“Kasian warga, mereka harus tutup sendiri drainase itu, agar bisa dilewati. Ini hanya proyek akal – akalan, masa alasan yang kerja proyek, anggarannya sudah habis, jadi tidak cukup untuk membuat penutup drainase,” kesalnya.
Hal senada juga menjadi keluhan Efraim, seorang warga jalan Hi Hayyun. Pasalnya, tepat di pertigaan Jalan Hi Hayyun – Arif Rahman Hakim, terdapat galian drainase yang nyaris menutupi sebagian badan jalan.
“Orang bisa celaka pak, kalau tidak tahu ada bekas galian di sini. Makanya kami tanami batang kelor sebagai tanda. Selain itu juga, pengerjaan drainase ini hanya sepotong saja,” ungkap Efraim.
Menyikapi keluhan warga Besusu Barat tersebut, pihak Dinas PU Kota Palu, yang ditemui Bahana Indonesia, enggan untuk memberi keterangan secara terperinci. Kepala Dinas (Kadis) PU Kota Palu, Singgih B Prasetyo yang ditemui langsung, enggan untuk berbicara pada wartawan.
“Soal tekhnis langsung saja ke Ibu Farida, Kepala Bidang yang menangani,” ucapnya singkat.
Secara terpisah, Farida menjelaskan, khusus untuk proyek di wilayah Besusu Barat, telah dilakukan putus kontrak kerja. Dijelaskannya, dari nilai anggaran proyek yang mencapai Rp 6 miliar lebih tersebut, pihak kontraktor telah menyelesaikan 23,5 % volume pengerjaan.
“Kami telah memberikan pembayaran sebesar Rp 1 miliar lebih kepada kontraktor. Saat ini sedang dalam pemeriksaan BPK dan keuangan. Diupayakan tahun 2022 saat ini, proyek tersebut akan kami tenderkan kembali, soalnya sekarang lagi tahap perampungan dokumen kembali,” kata Farida.
(Adrian Yuliansyah)


























