oleh

Temui Kajati Sulteng, Keluarga Korban Asusila : Oknum Jaksa Pelaku Asusila itu harus Diberi Sanksi Adat

PALU- Fadli Anang yang merupakan perwakilan keluarga korban asusila mendesak pihak Kejati Sulteng agar menghadirkan oknum kejaksaan MT (Terduga pelaku asusila) untuk diberi sanksi adat (Givu) atas perbuatanya terhadap istri bawahanya inisial S.

Permintaan tersebut disampaikan pihak keluarga kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Gerry Yasid SH MH, saat pertemuan diruang kerjanya, turut dihadiri Wakajati, As Intel, Aswas Humas dan Lembaga adat Dewan Syuro Besusu Tengah serta LSM KRAK, Selasa (2/2).

Fadli Anang mengatakan, Adat yang ada di Tanah Kaili tidak terpeengaruh atau erkontaminasi terhadap Hukum Pidana, Perdata dan Hukum lainnya.

“Jadi hukum adat di tanah Kaili itu ada Undang – Undangnya “Magero berei tona itu ada sangsi (Merusak istri orang itu ada sangsinya),” tegas Fadli.

Fadli menambahkan, sangsinya adalah pelakunya harus direndam di laut, sebab telah melakukan perselingkuhan dan juga diberikan sanksi untuk menyerahkan dua ekor kerbau. Dan mereka berdua (pelaku) keluar dari Tanah Kaili, khususnya diwilayah Hukum Kota Palu,” Tegasnya lagi.

Untuk itu pihak keluarga berharap, agar kasus ini bisa segera ditindaklanjuti secepatnya dan diberikan hukuman yang seberat-beratnya.

“Bila perlu terduga pelaku asusila ” MT ” agar di copot kejaksaanya,” tegasnya lagi.

BACA JUGA : Laporan Penyalahgunaan Dana Desa diParimo Mendapat Atensi Kejati Sulteng

Sementara mewakili pihak keluarga lainya lembaga swadaya masyarakat (LSM) Koalisi Rakyat Anti Korupsi (KRAK) Sulteng, Koordinator KRAK, Harsono mengatakan, pihak keluarga rencananya akan melakukan sanksi adat Givu (denda) pada Senin (8/2) pekan mendatang.

Menangapi hal tersebut, Kajati Sulteng, Gerry Yasid mengatakan, kasus perselingkuhan tersebut sudah ditangani dan diselesaikan. Pelaku asusila sudah diproses dan dipindahkan ke Provinsi Papua Barat.

Dalam pertemuan keluarga tersebut sempat terjadi perang urat syaraf dan aksi gebrak meja dari Kajati Sulteng, namun tidak sampai terjadi adu jotos.

(KK/Sb)

News Feed