Big Bos BP2W Sulteng Mulai Alergi Wartawan, Ada Apa Dengan Sejumlah Mega Proyek 2020?

PALU – Pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Sulawesi Tengah di Palu, terindikasi menyembunyikan sejumlah mega proyek nasional di daerah itu.

Bahkan, sejumlah mega proyek yang dibiayai bank dunia pasca gempa dan tsunami 2018 lalu, kini terus bergulir duitnya terkesan ditutup-tutupi.

Sejumlah wartawan di Palu dihalangi keras bertemu sang penguasa di BP2W Sulteng.

Soal alokasi gedung baru BP2W Sulteng di bundaran STQ Palu, pembangunan Huntap 1, Huntap 2, dan Huntap 3, serta sejumlah gedung istimewa di dalam kampus Untad, yang semuanya menyeberang tahun tapi terksesan disembunyikan.

Sehingga disimpulkan, Kepala BP2W Sulteng, Ferdinand Kano Lo, menghindar alias sok alergi dengan wartawan untuk menyembunyikan sejumlah proyek nasional itu.

Padahal, bos di BP2W Sulteng itu melalui security telah berjanji memberikan klarifikasi soal mega proyek itu, tetapi hingga sampai saat ini, pria berkulit hitam manis tersebut belum keluar kandang.

“Pak Kepala Balai ada di dalam tapi mau keluar lagi,” ungkap salah seorang satpam kepada sejumlah wartawan, Jumat, 29 Januari 2021.

LIHAT JUGA  DPW Tani Merdeka Sulteng Apresiasi Penurunan Harga Pupuk: Bukti Pemerintah Hadir untuk Petani

Padahal, setiap hari Jumat sesuai agenda rutin di BP2W Sulteng akan meladeni kunjungan wartawan di kantornya. Akan tetapi, Ferdinand mulai alergi dengan wartawan di Palu.

Sementara itu, Kepala Satker BP2W Sulteng, Aksa Mardani, juga ikut alergi wartawan saat ini.

Pasalnya, usai menjalani salat Jumat hingga pukul 15.00 sore, kepala Satker itu belum keluar dari masjid.

“Pak Aksa masih di dalam masjid,” ungkap lagi satpam tersebut.

Berendus kabar bahwa Aksa Mardani tidak lagi menjabat sebagai Kepala Satker BP2W Sulteng, dan telah digantikan dengan pejabat baru dari daerah Batam.

***