Rektor UIN Datokarama: Poros Intim Jadi Wadah Penguatan Kolaborasi PTKIN Indonesia Timur

PALU – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Lukman Thahir, menyebut Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni se-Indonesia Timur (Poros Intim) IV menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antarpenguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Lukman, Poros Intim tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, riset, dan seni, tetapi juga momentum menyatukan visi agar PTKIN di Indonesia Timur dapat berkembang dan maju bersama.

“Poros Intim bukan sekadar ajang untuk mengasah bakat atau mencari siapa pemenang terbaik. Lebih dari itu, forum akbar ini merupakan momentum krusial untuk menyatukan visi agar PTKIN di wilayah Indonesia Timur dapat tumbuh, berkembang, dan maju secara bersama-sama,” kata Lukman dalam keterangannya, Senin (7/7/2026).

Ia mengatakan pembukaan Poros Intim IV semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI.

Menurut Lukman, kehadiran kedua pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Poros Intim IV sekaligus memberi motivasi bagi seluruh peserta dari berbagai PTKIN di Indonesia Timur.

LIHAT JUGA  UIN Datokarama Kukuhkan 796 Guru Profesional Lewat Program PPG

“Kami mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas dukungan langsung dari Bapak Sekjen Kemenag dan Gubernur Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Lukman mengajak seluruh peserta menjadikan Poros Intim IV sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun sinergi antarkampus, di samping mengejar prestasi dalam setiap perlombaan.

Poros Intim IV diikuti mahasiswa PTKIN se-Indonesia Timur yang berkompetisi pada bidang olahraga, riset, dan seni keislaman.

Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi futsal, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, taekwondo, dan pencak silat. Sementara bidang riset mempertandingkan karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan hadis.

Adapun cabang seni yang dilombakan meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), Pop Solo Islami, Nasyid, Kaligrafi, Pidato Tausiah, dan Debat Konstitusi.