Pasca Gempa, ‎Aktifitas Warga Lembahtongoa Berangsur Normal Meski Distribusi Bantuan Masih Berlangsung



SIGI, Bahanaindonesia.com– Kehidupan masyarakat di Desa Lembahtongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, mulai berangsur pulih pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6) lalu. Memasuki akhir pekan, sebagian besar warga telah kembali menjalankan aktivitas sehari-hari meskipun proses penyaluran bantuan bagi korban terdampak masih terus berlangsung.

‎Kepala Desa Lembahtongoa, Arman, saat ditemui pada Ahad (21/6), mengatakan bahwa semangat warga untuk bangkit kembali terlihat dari mulai normalnya berbagai aktivitas masyarakat di desa tersebut. Meski Posko Bantuan Utama yang disediakan pemerintah desa masih ramai didatangi warga, sebagian besar masyarakat memilih kembali bekerja dan menjalani rutinitas mereka.

‎“Warga kami tidak hanya menunggu bantuan. Saat ini mereka sudah mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Namun demikian, pemerintah desa tetap berupaya memastikan bantuan yang tersedia dapat tersalurkan kepada seluruh masyarakat terdampak,” ujar Arman.

‎Ia menjelaskan, Desa Lembahtongoa memiliki sekitar 720 kepala keluarga. Namun, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sigi baru mulai tiba pada Ahad (21/6), lima hari setelah gempa terjadi. Kondisi tersebut membuat proses distribusi bantuan belum dapat menjangkau seluruh warga secara merata.

LIHAT JUGA  Partai Buruh Donggala Dorong Sinergi dan Komitmen Jaga Kamtibmas

‎Menurut Arman, gempa yang terjadi beberapa hari lalu mengakibatkan sedikitnya 200 unit rumah mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa di desa tersebut.

‎“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal dunia. Sementara warga yang mengalami luka ringan maupun berat telah mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan yang bertugas di posko dan kantor desa,” katanya.

‎Selain penanganan korban luka, layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan juga terus diberikan kepada masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), perempuan, dan anak-anak.

‎Di tengah upaya pemulihan, pemerintah desa masih menghadapi tantangan dalam mendistribusikan bantuan ke sejumlah wilayah yang terdampak. Salah satunya adalah Dusun III yang sempat terisolasi akibat longsoran material pascagempa.

‎Arman mengungkapkan, akses menuju dusun tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua jenis trail, sehingga proses penyaluran bantuan membutuhkan waktu lebih lama dibanding wilayah lainnya.

‎“Kami baru bisa mencapai Dusun III sekitar tiga hari setelah gempa. Saat itu kami fokus melakukan pendataan dan memastikan seluruh warga dalam kondisi selamat karena bantuan logistik belum tersedia. Hari ini bantuan yang baru tiba akan mulai kami distribusikan kepada masyarakat di wilayah tersebut,” jelasnya.

LIHAT JUGA  Direktur PT Semata Sukses Tarus Ditahan, Diduga Rugikan Negara Rp600 Juta

‎Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Lembahtongoa, Arman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama masa tanggap darurat bencana.

‎“Terima kasih kepada pemerintah, TNI, relawan, organisasi kemanusiaan, dan seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian kepada warga kami. Bantuan dan dukungan yang diberikan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan pascagempa,” tutupnya.

‎Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, proses pemulihan di Desa Lembahtongoa terus berjalan. Pemerintah desa berharap distribusi bantuan dapat segera menjangkau seluruh warga terdampak sehingga pemulihan kehidupan masyarakat dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh.

(Adrian/hasan)