Nenek 70 Tahun Hilang di Perkebunan Sigi, Tim SAR Palu Lakukan Pencarian Intensif

SIGI, Bahanaindonesia.com – Seorang perempuan lanjut usia bernama Saripah (70) dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Hingga Rabu (25/2/2026), Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu masih melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Informasi hilangnya korban pertama kali diterima petugas pada pukul 09.58 Wita dari pihak keluarga atas nama Fadli. Berdasarkan laporan tersebut, korban terakhir terlihat pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 16.25 Wita saat berangkat menuju perkebunan di Desa Walatana untuk menemui anaknya yang sedang mencari pakan ternak.

Korban diketahui memiliki riwayat penyakit pikun. Namun hingga beberapa hari setelah kepergiannya, Saripah belum juga kembali ke rumah. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi, tetapi tidak membuahkan hasil sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

Lokasi kejadian berada di area perkebunan Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, dengan koordinat 1°13’40.00″S – 119°54’18.00″E. Titik tersebut berada sekitar 35 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, dengan estimasi waktu tempuh kurang lebih 1 jam 30 menit.

LIHAT JUGA  Wakapolda Sulteng Sebut Tambang Poboya Masuk Konsesi CPM, Warga Angkat Bicara

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 10.15 Wita Tim Rescue diberangkatkan menuju lokasi menggunakan truk personel untuk melaksanakan Operasi SAR hari pertama (H.1).

Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur terlibat di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan meliputi truk personel, motor trail, perlengkapan jungle rescue, peralatan komunikasi, perlengkapan SAR medis, hingga peralatan evakuasi.

Pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menyatakan perkembangan operasi pencarian akan disampaikan secara berkala sesuai hasil di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, proses penyisiran di sekitar area perkebunan dan jalur yang biasa dilalui korban masih terus dilakukan.

( Adrian )