MAN 1 Palu Gelar Talk Show Edukatif: Bersama Melawan Bullying, Membangun Madrasah yang Peduli

PALU, Bahanaindonesia.com – Dalam upaya memperkuat peran guru dan seluruh civitas akademika dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan penuh kepedulian, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palu menggelar talk show edukatif bertajuk “Bersama Melawan Bullying, Membangun Madrasah yang Peduli” pada Jumat (26/9) di Aula Gedung Utama MAN 1 Palu.

Kegiatan ini menjadi respons aktif dari pihak madrasah terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi perhatian serius Kementerian Agama.

Acara yang dipandu oleh Nurjana, S.Pd., M.Pd. ini dihadiri oleh seluruh dewan guru, staf Tata Usaha, dan petugas keamanan MAN 1 Palu.

Talk show ini menghadirkan dua narasumber utama, Hj. Wiwik Jumatul Rofiah, S.Ag., MH., Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, serta konselor keluarga, Suriyati S.Th.I., M.Psi.

Dengan sapaan akrab “Bunda Wiwik”, narasumber pertama membuka sesi dengan yel-yel semangat, “Bagaimana kabarnya hari ini?” yang disambut serentak oleh peserta dengan jawaban, “Alhamdulillah, semangat, cerdas, tangguh, Allahu Akbar”

Dalam materinya, Bunda Wiwik menyoroti fenomena perundungan yang kini tidak hanya terjadi di kalangan siswa, tetapi juga di antara tenaga pendidik. Ia mengutip pesan dari Surat Al-Hujurat yang melarang perbuatan saling mencela dan mengejek.

LIHAT JUGA  Diduga Situs Megalitikum Ditemukan di Dongi-Dongi Poso, Dinas Kebudayaan Sulteng Siapkan Rapat Khusus

“Kadang guru pun bisa saling mengejek, membentuk kelompok-kelompok kecil, bahkan membicarakan keburukan sesama guru atau kepala sekolah. Ini juga bentuk bullying yang harus dihentikan,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh elemen madrasah untuk menjadi super tim, yaitu tim yang solid, kompak, dan saling mendukung agar perundungan bisa dicegah sejak dini.

Menurutnya, guru bukan hanya pengajar tetapi juga role model, di mana tindakan dan sikap jauh lebih diikuti oleh siswa dibandingkan ucapan.

“Dewan guru, TU, satpam, semuanya harus satu suara dan satu langkah. Bullying hanya bisa dicegah jika kita semua kompak dan saling peduli,” tambahnya.


Bunda Wiwik juga menyinggung aspek legal melalui Perda No. 9 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak di Sulawesi Tengah, serta implementasi undang-undang perlindungan guru yang tengah berlangsung. Ia menekankan bahwa perundungan seringkali berakar dari kesombongan dan kurangnya empati.

“Islam mengajarkan kita untuk saling menghargai. Jika ingin perubahan, mari mulai dari dalam dari hati dan sikap kita sendiri,” ujarnya

Sementara itu, konselor Suriyati, M.Psi., memberikan pemahaman psikologis tentang dampak bullying terhadap perkembangan mental anak. Ia menekankan bahwa suasana belajar yang aman dan penuh perhatian dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan mental peserta didik.

LIHAT JUGA  Kapolda Sulteng Perkuat Sinergi dengan Insan Pers, Kenang Karier Berawal dari Humas

“Anak-anak butuh rasa aman dan dukungan emosional. Lingkungan belajar yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat secara mental maupun akademik,” ujarnya

Sementara itu, Kepala MAN 1 Palu, Hj. Rusdiana, S.Pd., M.Pd., turut memberikan sambutan yang penuh harapan. Ia menegaskan bahwa sinergi semua pihak adalah kunci dalam membentuk budaya madrasah yang positif.

Ia berharap kegiatan ini dapat menguatkan peran guru dan semua civitas akademi dalam mencegah bullying dan membangun suasana belajar yang nyaman serta penuh kepedulian.


“Setiap guru adalah panutan. Mari kita hadirkan madrasah yang bebas dari bullying dan lebih peduli terhadap masa depan anak-anak kita,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Rusdiana menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi fisik madrasah yang masih terdampak gempa 2018. Ia berharap Pemerintah provinsi, khususnya Komisi IV DPRD Sulteng, turut memberikan perhatian terhadap kondisi sarana prasarana MAN 1 Palu.

“Beberapa bangunan kami sudah tidak layak pakai. Kami berharap adanya dukungan agar madrasah ini bisa bangkit dan memberi pendidikan terbaik bagi generasi penerus.”

LIHAT JUGA  Kajati Sulteng Tinjau Kejari Tolitoli-Buol, Resmikan Mess Adhyaksa dan Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Talk show ini ditutup dialog sesi bertanya, dengan penuh antusias dan semangat baru dari para peserta. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun madrasah yang lebih inklusif, suportif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.