Kajati Sulteng Kunjungi Anak Disabilitas dan Sebut Mereka Pejuang Sejati

PALU, Bahanaindonesia.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kajati Sulteng), Nuzul Rahmat R, S.H., M.H., bersama jajaran dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulteng, mengunjungi Rumah Merah Putih di Jalan Jati, Kota Palu, Minggu (24/8). Rumah Merah Putih merupakan yayasan yang menampung dan membina anak-anak penyandang disabilitas, termasuk tunanetra dan penderita lumpuh layu.

Dalam kunjungan tersebut, Kajati menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas semangat juang anak-anak di bawah asuhan yayasan tersebut. Ia menyebut para penyandang disabilitas sebagai “pejuang sejati” yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.

“Anak-anak di sini adalah pejuang sejati. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus berjuang dan berkarya,” ujar Rahmat dalam sambutannya.

Ia juga menganalogikan Rumah Merah Putih sebagai simbol perjuangan dan harapan.

“Rumah ini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi rumah para pejuang. Dari sini lahir pahlawan-pahlawan sejati melalui semangat anak-anak yang tidak pernah menyerah,” tambahnya.

LIHAT JUGA  Direktur PT Semata Sukses Tarus Ditahan, Diduga Rugikan Negara Rp600 Juta

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kejaksaan Tinggi Sulteng dalam memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta memperhatikan kelompok rentan di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kejati Sulteng bersama IAD Wilayah Sulteng turut menyerahkan bantuan berupa bahan pokok, di antaranya beras, sebagai bentuk tali asih kepada yayasan.

Kehadiran Kajati disambut hangat oleh pengurus dan anak-anak yayasan. Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban dan keharuan. Kajati terlihat sangat bahagia saat berbincang dan berinteraksi langsung dengan anak-anak penyandang disabilitas yang penuh semangat dan optimisme.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Kejati Sulteng, pengurus IAD, serta pengelola dan relawan Rumah Merah Putih.

Kehadiran langsung seorang pejabat tinggi kejaksaan, yang dengan penuh kasih menyapa dan bercengkerama tanpa jarak, menjadi hadiah terbesar bagi anak-anak di sana. Mereka tertawa, bernyanyi, bahkan ada yang mencium tangan sang Kajati dengan penuh hormat.

Suasana kunjungan ditutup dengan foto bersama, namun kehangatan yang tercipta hari itu tak akan hilang dari hati siapa pun yang menyaksikannya. Di tengah keterbatasan, anak-anak Rumah Merah Putih menunjukkan bahwa semangat dan cinta masih menjadi kekuatan terbesar bangsa ini.

LIHAT JUGA  Kejari Morowali Sikat 3 Tersangka Korupsi Perahu Fiber Rp3,9 Miliar, Kadis Perikanan Ikut Dijebloskan