BPSB Sulteng : Kami Mendukung Bila Petani Dijadikan Penangkar

Bahanaindonesia.com – Program Kementrian Pertanian Hortikultura dalam pemberian bantuan bibit bawang putih di wilayah Kabupaten Sigi pada Tahun Anggaran 2021 lalu, seakan terabaikan oleh instansi terkait, Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan.

Adapun penilaian tersebut mencuat dari hasil pertemuan Media Bahana Indonesia bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provonsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Senin (07/02) siang kemarin.

“Petugas lapangan kami telah memberikan format pendaftaran untuk petani penerima manfaat bibit bawang putih, dapat dijadikan penangkar. Namun sampai dengan saat ini, belum ada pengembalian format itu,” terang Kepala BPSB Sulteng, P Djon Sp MSi, yang kala itu di dampingi oleh staffnya, Ahyar.

Menurut Djon (Sapaannya, red), pihaknya sangat mendukung apabila para petani penerima bantuan bibit bawang putih tersebut dapat dijadikan penangkar. Hal ini tentunya menjadi salah satu pendongkrak kemajuan sektor pertanian di wilayah Sulteng pada umumnya, dan terkhusus Kabupaten Sigi.

“Bila mereka (petani, red) dijadikan penangkar, kita (pemerintah, red) tak perlu lagi mengadakan benih dari luar daerah, semisal NTB. Sebab di Sigi sudah ada,” katanya.

LIHAT JUGA  Edarkan 8.000 Butir Obat Tanpa Izin, Warga Pagimana Ditangkap Satnarkoba Polres Banggai

Pada kesempatan yang sama, Ahyar pun menjelaskan, untuk dijadikannya petani sebagai penangkar, diperlukan pengawasan khusus dari pihak BPSB Sulteng, mulai dari proses penanaman hingga panen nantinya.

“Jadi apabila formulir pendaftaran sebagai penangkar tidak dilengkapi, maka kami tidam bisa berbuat apa – apa. Entah apa yang jadi kendala Dinas Pertanian Sigi? dan atau mungkin, dalam pemanfaatan bantuan bibit tersebut, tidak digunakan sebagai bibit, melainkan untuk konsumsi,” jelas Ahyar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura dan Tanaman Pangan Kabupaten Sigi, Moh Ikbal B Aly Sp Mp, yang dihubungi guna konfirmasi terkait hal tersebut, belum dapat dihubungi.

(Hasan Tura / Editor Adrian Yuliansyah)