oleh

Usut Kasus Lahan Akses Jembatan Lalove, Kejari Palu Tetapkan 3 Tersangka

PALU SULTENG – Pasca melakukan pengeledahan dokumen di Kantor dinas PU Kota Palu (21/1) lalu, akhirnya penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari Kota Palu menetapkan 3 (tiga) tersangka atas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum oleh Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu TA. 2018.

“Jadi, pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021, berdasarkan hasil gelar perkara, yang dihadiri Jaksa – jaksa dan penyidik, yang mana menghasilkan penaikan status sejumlah saksi menjadi tersangka,” terang Greafik Loserte SH, MH didampingi Kasi pidsus Erwin J.SH.MH kepada sejumlah wartawan dalam konfrensi pers dikantor Kejari Palu, Jumat (19/2).

Lanjut, Greafik Penyidik telah menemukan 2 alat bukti, sehingga menetapkan beberapa orang saksi statusnya menjadi tersangka.

“Yang pertama saksi inisial (DG) mantan pengguna anggaran penataan ruang dan pertanahan Kota Palu. Kedua saksi (FD) mantan pejabat di internal dinas tata ruang dan terakhir saksi (NN) adalah orang yang dianggap menikmati kerugian keuangan negara (pemilik tanah),” terang Greafik.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Akses ke Jembatan V Lalove, Penyidik Kejaksaan Geledah dan Sita Dokumen Dinas PU Kota Palu

Obyek penyidikannya adalah terkait kegiatan pelepasan hak, ataupun pembebasan sebuah bangunan yang terletak dijalan anoa II nomor 4 kota Palu, yang terkena rencana pelebaran jalan anoa II.

Adapun kronologisnya, pada tahun 2017 Pemda Kota Palu melalui dinas PU mencanangkan kegiatan pembangunan jembatan Palu 5 (Lalove) di jalan anoa II.

“Dalam konteks pembangunan jembatan itu, dibutuhkan akses jalan masuk ke jembatan, sehingga diperlukan akses pelebaran jalan, yang dilaksanakan dinas tata ruang kota Palu,” Imbuh Greafik.

Dalam kasus ini tiga orang tersangka tersebut belum dilakukan penahanan, sejumlah saksi lainpun tidak menutup kemungkinan bakal menjadi tersangka baru nantinya, tutupnya.

(iwn)

News Feed