oleh

Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Akses ke Jembatan V Lalove, Penyidik Kejaksaan Geledah dan Sita Dokumen Dinas PU Kota Palu

PALU SULTENG – Untuk mencari dan melengkapi alat bukti penyidikan dugaan korupsi pengadaan lahan tanah (pelebaran jalan Anoa II) menuju akses jembatan V Lalove Palu, tim penyidik Kejaksaan Negeri Palu pagi tadi 21 Januari 2021 melakukan penggeledahan dokumen dikantor Dinas PU Kota Palu.

Penggeledahan ini di mulai pada pukul 10.30 dan berakhir pada pukul 12.00 wita, dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Palu yang juga selaku Plh. Kasi Pidsus Kejari Palu yaitu Greafik Loserte SH, MH, bersama 4 orang penyidik lainnya.

“Iya benar, kami baru saja melakukan penggeledahan dokumen dikantor Dinas PU Kota Palu,” ujar Greafik Loserte, saat ditemui disela kesibukannya dikantor Kejari Palu (21/1/2021).

Penggeledahan ini sambung Greafik, dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan yang diterbitkan Kepala Kejaksaan Palu, dalam rangka mencari alat bukti yang akan di gunakan dalam rangka giat Penyidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum oleh Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu TA. 2018.

“Saat ini fokusnya terkait dokumen pelebaran jalan Anoa II untuk akses masuk ke Jembatan Lalove / Jembatan Palu V),” ucap Greafik.

Dalam penggeledahan 1 jam setengah tersebut, penyidik berhasil menyita beberapa dokumen penting terkait dengan pelebaran jalan serta pembangunan jembatan Palu V.

“Sedianya dokumen tersebut akan digunakan sebagai tambahan bukti dalam rangka penyidikan yang saat ini tengah dilakukan,” kata Greafik.

Penggeledahan disaksikan oleh pegawai dan staf pada bidang bina marga dinas pu yang secara kooperarif memberikan kesempatan dan bantuan kepada penyidik sehingga penggeledahan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Ditanya soal jumlah saksi yang telah diperiksa dan penetapan tersangka, Plh Kasi Pidsus Kejari Palu ini menyebutkan pihaknya telah memeriksa 15 orang saksi dan 1 orang saksi ahli, dan pekan depan akan memanggil 3 saksi lagi untuk diperiksa.

“Untuk penetapan tersangka setelah semua rangkum karena itu bagian akhir penyidikan setelah semuanya terang menderang nantinya, pastinya dalam kegiatan tersebut terindikasi adanya kerugian keuangan negara,” tandasnya.

(iwn)

News Feed