Poso Diguncang Gempa, Solidaritas Warga dan Polri Menguat

Kapolres Tinjau Lokasi dan Salurkan Bantuan

POSO, Bahanaindonesia.com – Guncangan gempa berkekuatan Magnitudo 6,0 yang melanda Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Minggu (17/8), meninggalkan duka mendalam bagi warga setempat. Salah satu bangunan yang terdampak cukup parah adalah Gereja Elim, yang saat itu tengah digunakan jemaat untuk ibadah menjelang upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.

Kapolres Poso, AKBP Alowisius Londar, bersama jajaran langsung turun ke lokasi kejadian untuk meninjau kondisi serta memberikan bantuan kepada warga terdampak. Dalam kunjungannya, Kapolres menyerahkan puluhan paket sembako sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat dari pihak kepolisian.

“Bangunan gereja yang sedang dalam proses renovasi masih menyisakan struktur lama di bagian atas. Ketika gempa terjadi, struktur itulah yang runtuh dan menimpa beberapa jemaat,” jelas AKBP Alowisius.

Berdasarkan data yang diterima, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sejumlah warga mengalami luka-luka. Sebagian telah dirawat di Puskesmas Tokorondo dan diperbolehkan pulang. Sementara 14 orang lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Poso, dengan rincian 4 dirawat di ICU, 4 di IGD, dan sisanya di ruang rawat inap.

LIHAT JUGA  Camat Dolo Selatan Perkuat Sinergi Bersama DPRD dan Kades di Momentum Ramadan

Kapolres juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD untuk menyiapkan tenda darurat di sekitar rumah sakit, sebagai langkah antisipasi bila terjadi gempa susulan dan untuk mengurangi trauma pasien.

“Masyarakat tetap tenang, tidak panik. Aktivitas berjalan normal. Yang luar biasa, warga sekitar langsung bergerak membantu sesama, menunjukkan solidaritas yang sangat kuat. Ini mencerminkan karakter masyarakat Poso yang penuh kedamaian,” ungkap Kapolres.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan dan memberikan informasi resmi guna menghindari kepanikan di masyarakat.

Gempa yang terjadi tepat di hari peringatan Kemerdekaan RI ini menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih sangat kuat di tengah masyarakat, bahkan di saat-saat sulit sekalipun.