Kajati Sulteng Hadiri Rakornas 2026, Presiden Prabowo Tekankan Pengabdian Total untuk Rakyat

BOGOR, Bahanaindonesia.com – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah ( Kajati Nuzul Rahmat R, S.H., M.H menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/1/2026). Rakornas tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Kehadiran Kajati Sulteng menjadi wujud komitmen institusi kejaksaan dalam mendukung sinergi kebijakan nasional serta penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan seluruh rakyat. Karena itu, seluruh pemimpin di tingkat pusat maupun daerah diminta untuk mengabdikan diri sepenuhnya bagi kepentingan rakyat serta menjadikan jabatan sebagai amanah dan tanggung jawab sejarah.

Presiden juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap sejarah bangsa serta kewaspadaan dalam menghadapi dinamika global yang diwarnai konflik, ketidakadilan, dan praktik standar ganda negara-negara besar.

Dalam konteks politik luar negeri, Presiden Prabowo kembali menegaskan prinsip bebas aktif dan non-blok dengan semboyan, “seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak”. Menurutnya, Indonesia harus berdiri di atas kekuatan dan kepentingan nasionalnya sendiri.

LIHAT JUGA  Kejati Sulteng Tanam Jagung 5 Hektare di Parimo, Dukung Swasembada Pangan

Pada kesempatan tersebut, Presiden memaparkan arah besar transformasi bangsa melalui Asta Cita, 17 program prioritas nasional, serta program hasil terbaik cepat yang bertumpu pada penguatan swasembada pangan dan swasembada energi.

Presiden juga mengungkapkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat serta menciptakan kurang lebih satu juta lapangan kerja. Pemerintah menargetkan jumlah penerima MBG mencapai 82 juta orang pada akhir 2026.

Selain itu, pemerintah mendorong percepatan hilirisasi melalui 18 proyek strategis nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp618 triliun yang diproyeksikan menyerap 276.800 tenaga kerja. Program lain yang turut menjadi fokus antara lain penguatan koperasi desa, modernisasi kampung nelayan, serta digitalisasi sektor pendidikan.