Hardiknas 2026, Keluarga Jamrin Ukir Sejarah Lulus Hukum Bersamaan

PALU, Bahanaindonesia.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momen bersejarah bagi keluarga Jamrin T. Andi Raga. Dalam seremoni wisuda yang digelar Sabtu (2/5/2026), Jamrin bersama dua putranya, Moeh Alif Jamrin dan Taufik Ridho Jamrin, resmi meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) dari Universitas Muhammadiyah Palu secara bersamaan.

Fenomena langka ini langsung mencuri perhatian civitas akademika dan masyarakat luas. Ayah dan anak yang menempuh pendidikan di fakultas yang sama hingga lulus bersama dinilai sebagai wujud nyata keteladanan dalam pendidikan keluarga.

Wakil Dekan I Fakultas Hukum Unismuh Palu, Dr. Muliadi Rusmana, S.H., M.H., mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai, keberhasilan Jamrin menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak dibatasi usia.

“Ini bukan sekadar pencapaian akademik biasa, melainkan teladan bagi masyarakat. Pendidikan adalah proses sepanjang hayat, dan beliau membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus meningkatkan kapasitas diri,” ujarnya saat ditemui di Palu, Senin (4/5/2026).

Di Sulawesi Tengah, Jamrin dikenal sebagai sosok yang aktif dan vokal dalam berbagai aktivitas sosial dan hukum. Meski memiliki kesibukan profesional, dedikasinya terhadap dunia literasi hukum tetap terjaga.

LIHAT JUGA  Polri Buka Rekrutmen 2026, Polda Sulteng Ajak Putra-Putri Terbaik Daftar Akpol, Bintara dan Tamtama

Selama masa perkuliahan, Jamrin juga dikenal sebagai pribadi yang kritis dan berintegritas. Nilai-nilai tersebut ditanamkan kepada kedua putranya melalui keteladanan langsung dalam keluarga.

“Beliau tidak hanya mendorong anak-anaknya untuk belajar, tetapi juga ikut terjun langsung belajar bersama. Ini menjadi simbol bahwa pendidikan terbaik dimulai dari contoh nyata seorang ayah,” tambah Dr. Muliadi.

Kelulusan serentak ini semakin bermakna karena bertepatan dengan Hardiknas. Bagi keluarga Jamrin, capaian tersebut bukan sekadar gelar akademik, melainkan investasi intelektual untuk pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.

Pihak kampus berharap kisah inspiratif ini dapat memotivasi para orang tua untuk terus mendukung pendidikan anak-anak mereka, sekaligus tidak ragu melanjutkan studi meski telah berusia dewasa.

Ke depan, Jamrin bersama Alif dan Taufik diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu hukum yang telah diperoleh untuk memperkuat penegakan keadilan serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Kisah ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan warisan paling berharga yang dapat diberikan kepada generasi penerus.

(Hasan Tura)