oleh

FKPPI Sulteng : Komisioner KIP Harus Diisi Orang yang Tegas dan Revolusioner

Bahanaindonesia.com – Jelang penetapan komisioner dan anggota Komisi Informasi Publik (KIP), publik Sulteng menaruh harapan besar agar Komisioner yang terpilih nantinya adalah sosok yang revolusioner dan reformis, sevisi dengan Gubernur Sulteng dalam pelayanan informasi yang layak. Hal itu ditegaskan, Plt Ketua Forum Komunikasi Putra Putri TNI – Polri (FKPPI), Sulteng, Zasri Rais, di Palu, Kamis 14 Oktober 2021.

Zahri Rais menilai, jika melihat informasi beberapa waktu lalu, berdasarkan penilaian hasil index (IKIP) tahun 2021, Sulteng dinyatakan dalam kategori buruk dalam keterbukaan informasi publik. Maka tentunya harus banyak berbenah.

“Sekarang ini semua harus berbenah karena menyangkut standar pelayanan publik dan akses mendapatkan informasi. Apalagi, Visi Gubenur Sulteng kita salah satunya keterbukaan publik terutama di sektor pendidikan, kesehatan dan pertanian,’ ujarnya.

Jadi sambungnya, informasi harus terbuka sampai keseluruh tingkatan. Karena masyarakat banyak yang belum paham akan alur alur, jika mereka tak mendapatkan informasi atau sengketa informasi, ada KIP bisa memediasinya, katanya.

“Selama ini KIP tak terlalu populer karena mungkin sosialisasi kurang baik di media maupun sosialisasi digital atau sosialisasi langsung. Yah ini butuh di perbaiki.

“Kami menaruh harapan besar, karena kami mendengar, adanya calon anggota KIP Sulteng yang sedang di uji saat ini. Kami berharap kedepan komisioner yang memiliki visi revolusioner nasionalis dan reformis yang dapat melakukan lompatan lompatan kedepan, sehingga membawa KIP Sulteng mendapatkan nilai layak pelayanan publik,” harap Rais, yang juga tokoh Pemuda Sulteng ini.

Senada dengan itu, Ortom Badrika, GM FKPPI, Rahman berharap, komisioner KIP kedepan, harus diisi orang yang tegas dan berani, paham regulasi dan sebagainya

“Kami siap mendukung dan membantu nantinya. kami harap komisioner kedepan yang mampu membangun mitra dengan semua pihak, Media, dunia pendidikan Ormas, Ombudsman dll. Itu yang kami inginkan karena ini menyangkut informasi,”ucap Rahman alias Emen, sapaannya.

“Kita ketahui bahwa lembaga informasi sering kebobolan, terutama akses data diri, dan lainnya, termasuk rahasia negara. Maka kewajiban komisioner kedepan ada sebagai filter itu, menangkal berita berita HOAKS akun dan para buzerp penipuan online dll.

“Hanya ada satu yaitu, komisioner harus mampu bermitra dengan tim cyiber polri. Dan itu kami berharap kepada kader kami. Karena kami merasa hanya dia yang mampu membangun jaringan itu. Selain dia mantan aktivis juga paham benar akan hal ini, tandas Emen.

Semoga kedepan KIP Sulteng mencapai predikat yang lebih baik dalam pelayanan informasi publik.

(Iwn)

News Feed