oleh

Diterpa Isu tidak Sedap lagi, BP2JK Sulteng Undang Puluhan Media Lakukan Klarifikasi

PALU – Sikapi isu tak sedap yang menerpa kedua kalinya, pihak Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dipimpin Rony Andriandi ST MT kini tidak tinggal diam. Kali ini, pria kelahiran Jakarta itu didampingi Kasubag TU, Widyanto SE, ST, dan tim Pokja (Kelompok Kerja) BP2JK Sulteng, Herman Labalado ST, MT melakukan pertemuan dengan sejumlah wartawan di Kota Palu, di halaman kantor BP2JK Sulteng, di Jalan Gunung Bossa Palu, Senin, 7 Juni 2021.


Pertemuan agenda jumpa pers oleh BP2JK Sulteng itu, untuk memberikan penjelasan klarifikasi terkait aksi demo oleh Forum Masyarakat Penyelamat Uang Negara (Formatur) Sulteng beberapa hari yang lalu dikantor BP2JK.

Pihak BP2JK diduga melakukan kong kalikong (bermain mata) dalam pelaksaan tender kontruksi yang mengakibatkan dugaan pelanggaran persaingan usaha.

Puluhan Massa aksi juga mendesak aparat penegak hukum memeriksa kepala BP2JK atas dugaan pengurangan kwalitas proyek melalui penawaran terendah 20-40 persen yang mengakibatkan sejumlah proyek mangkrak. Dan Mendesak pihak BP2JK berkoordinasi aktif dengan Pemerintah Sukawesi Tengah.

Kepala BP2JK Wilayah Sulteng, Rony Andriandi ST MT, kepada sejumlah wartawan, mengatakan pihaknya BP2JK bersedia untuk diskusi dengan para pendemo tergabung di Formatur, pada tanggal 3 Juni 2021, pukul 10.00 Wita, di kantor BP2JK Sulteng.

Kata dia, ternyata setelah dipertanyakan pihak keamanan (APH) ke Koordinator Lapangan (Korlap), pihak mereka (Pendemo) yang tidak bersedia berdiskusi dengan pihaknya.

“Kami (Balai,red) tawarkan untuk berdiskusi, tapi mereka (Pendemo) nggak mau,” ungkapnya, saat menjelaskan kondisi aksi demo saat itu.

Rony sapaannya, menambahkan, soal isu teror diakuinya terjadi dimana-mana ada, termasuk di kantornya di BP2JK Sulteng saat menangani administrasi proses tender mega proyek di Sulteng.

“Iya ada kontraktor yang minta tolong dibantu, tapi pada sistem itu semua terkunci, dan dokumen itu tidak bisa dikurangi atau ditambahkan, karena melalui proses tahapan,” ungkapnya lagi.

“Jadi, sikap kami (BP2JK Sulteng) terhadap berbagai teror masih dipertimbangkan, karena niatnya sama mau memajukan daerah Sulteng. Intinya nggak mau ribut, tapi soal adanya dugaan ancaman tetap akan didiskusikan kembali untuk melapor ke ranah hukum,” tegasnya.

News Feed